Berita Internasional
AS Keluarkan Sanksi Ke Arab Saudi Buntut Kasus Pembunuhan Khashoggi
AS memberikan sanksi kepada Arab Saudi setelah pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi yang menunjukkan keterlibatan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.
TRIBUNJATENG.COM, WASHINGTON DC - Amerika Serikat (AS) segera memberikan sanksi kepada Arab Saudi setelah dokumen intelijen kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi dirilis pada Jumat (26/2/2021), yang menunjukkan keterlibatan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.
Khashoggi, seorang penduduk AS yang menulis kolom opini untuk Washington Post mengkritik kebijakan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.
Tak lama setelah itu ia ditemukan dibunuh dengan kondisi dimutilasi oleh tim operasi yang terkait dengan pangeran di konsulat kerajaan di Istanbul.
Dalam dokumen intelijen disebutkan bahwa penguasa de facto Arab Saudi mengetahui rencana itu dan ia adalah pihak yang menyetujuinya.
Berkali-kali pemerintah Arab Saudi telah berkelit tentang keterlibatan Pangeran Mahkota, dengan ikut mengatakan pembunuhan itu adalah kejahatan keji yang dilakukan oleh kelompok orang kurang ajar.
Dalam wawancara dengan televisi pada Jumat (26/2/2021), Presiden AS Joe Biden mengatakan kepada Raja Saudi Salman bahwa Arab Saudi harus menangani pelanggaran HAM sebagai prasyarat untuk berurusan dengan Amerika Serikat.
Melansir Reuters pada Sabtu (26/2/2021), Biden mencoba memberikan pesan jelas bahwa Amerika Serikat tidak dapat menerima pembunuhan terhadap lawan politik.
Sementara, ia tetap menjaga hubungan dengan pengeran Arab Saudi yang sering juga disebut MBS.
Arab Saudi, bagaimana pun, adalah salah negara top dunia penghasil minyak dalam beberapa dekade dan anggota aliansi penting AS dalam melawan Iran sebagai musuh bersama.
"(Saya) membuat ini jelas untuknya (Raja Salman) bahwa aturannya (kerja sama bilateral) sekarang berubah dan kami akan mengumumkan perubah detail pada hari ini dan Senin," ujar Biden dalam acara di jaringan berbahasa Spanyol, Univision.
AS mengambil langkah-langkah hukuman pada Jumat (26/2/2021) kepada Arab Saudi, di antaranya memberlakukan larangan visa kepada beberapa orang Arab Saudi yang diyakini terlibat dalam pembunuhan Khashoggi.
Sanksi lain juga diberikan kepada mantan wakil kepala intelijen, yaitu dengan membekukan asetnya di AS dan secara umumnya melarang orang Amerika untuk bertransaksi dengan mereka.
Para pejabat AS juga mengatakan mereka sedang mempertimbangkan untuk membatalkan penjualan senjata ke Arab Saudi, karena dinilai telah menimbulkan masalah HAM.
Selain itu, AS mempertimbangkan untuk membatasi penjualan di masa depan untuk senjata "defensif" ke Arab Saudi, karena menilai kembali hubungan dengan kerajaan dan perannya dalam perang Yaman.
"Kami menilai bahwa Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman menyetujui operasi di Istanbul, Turki, untuk menangkap atau membunuh jurnalis Saudi Jamal Khashoggi," kata Kantor Direktur Intelijen Nasional AS dalam laporan 4 halaman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/jamal-khashoggi_20181021_093319.jpg)