Breaking News:

Rudal Balistik Hujani Langit Ibu Kota Arab Saudi

Serangan itu terjadi ketika Arab Saudi menjadi tuan rumah kejuaraan Formula E di pinggiran Riyadh.

Editor: Vito
DAILY MAIL
Ilustrasi ledakan 

TRIBUNJATENG.COM, RIYADH - Beberapa ledakan terdengar di atas ibu kota Arab Saudi. Insiden itu membuat langit malam Riyadh menyala dengan kilatan terang pada Sabtu (27/2).

Koalisi militer pimpinan Saudi mengumumkan peristiwa itu terjadi setelah pihaknya berupaya menggagalkan serangan rudal yang dituding dilakukan pemberontak Houthi Yaman.

Melansir Aljazeera, Brigadir Jenderal Turki al-Malki, juru bicara koalisi pimpinan Saudi mengatakan, Houthi meluncurkan rudal balistik ke arah Riyadh dan tiga drone jebakan ke arah provinsi Jizan, dengan yang keempat menuju kota barat daya Khamis, Mushait.

Tidak ada korban yang dilaporkan, meski televisi Al Ekhbariya yang dikelola pemerintah menyatakan pecahan rudal itu tersebar di beberapa lingkungan Riyadh, dan merusak setidaknya satu rumah. Belum ada komentar langsung dari Houthi.

Serangan itu terjadi ketika Arab Saudi menjadi tuan rumah kejuaraan Formula E di pinggiran Riyadh. Menurut media pemerintah, agenda itu dihadiri Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MbS). Al Ekhbariya menyiarkan rekaman dari apa yang diklaim sebagai ledakan di langit Riyadh.

Pengguna media sosial lain juga mengunggah video kejadian tersebut. Video lain menunjukkan penduduk menjerit ketika mereka menyaksikan ledakan berapi menembus langit malam, yang tampaknya merupakan upaya pencegahan dari rudal Patriot milik kerajaan terhadap serangan rudal balistik eksternal.

Al Malki mengatakan, kelompok Houthi mencoba dengan cara yang sistematis dan disengaja untuk menargetkan warga sipil.

Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat (AS) di Riyadh pun mengeluarkan peringatan kepada orang AS. Warganya diminta untuk tetap waspada jika terjadi serangan tambahan di masa depan.

Situs web pelacakan penerbangan menunjukkan beberapa penerbangan yang dijadwalkan mendarat di bandara internasional Riyadh dialihkan atau ditunda satu jam setelah serangan.

Saat perang Yaman selama bertahun-tahun berlangsung, serangan rudal dan drone Houthi di wilayah kerajaan Arab Saudi seolah telah menjadi hal biasa. Namun, serangan itu jarang menyebabkan kerusakan.

Awal bulan ini, Houthi menabrak pesawat penumpang kosong di bandara Abha barat daya Arab Saudi hingga menimbulkan kebakaran. Serangan dilakukan menggunakan pesawat tak berawak bermuatan bom.

Sementara itu, koalisi yang dipimpin Saudi telah menghadapi kecaman internasional yang luas atas kampanye pemboman udara di Yaman.

Serangan itu telah menewaskan ratusan warga sipil dan mengenai sasaran non-militer, termasuk sekolah, rumah sakit, dan pesta pernikahan.

Presiden AS, Joe Biden bulan ini mengumumkan pemerintahannya mengakhiri dukungan negaranya untuk perang yang dipimpin Saudi di Yaman, termasuk penjualan senjata yang relevan.

Namun, ia menekankan AS akan terus membantu Arab Saudi mempertahankan diri dari serangan luar. (Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved