Breaking News:

Berita Internasional

18 Demonstran Kudeta Myanmar Tewas, Uni Eropa Bakal Jatuhkan Sanksi Ke Junta Militer

Kecaman tersebut dilontarkan oleh Kepala Diplomatik Uni Eropa Josep Borrell di Brussels, Belgia, pada Minggu (28/2/2021) sebagaimana dilansir AFP.

Editor: m nur huda
STR/AFP
Pedemo Myanmar berlarian menyelamatkan diri dari tembakan polisi, saat berdemonstrasi menentang kudeta militer di Naypyidaw, pada Sabtu (26/2/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, BRUSSLESUni Eropa mengutuk tindakan keras yang diterapkan junta militer Myanmar terhadap demonstran.

Kecaman tersebut dilontarkan oleh Kepala Diplomatik Uni Eropa Josep Borrell di Brussels, Belgia, pada Minggu (28/2/2021) sebagaimana dilansir AFP.

Selain itu, Borrel mengonfirmasi bahwa blok tersebut akan memberikan sanksi terhadap junta militer Myanmar sebagai balasan atas tindakan keras mereka.

"Menembak warga yang tidak bersenjata, pasukan keamanan (Myanmar) telah secara terang-terangan mengabaikan hukum internasional, dan harus dimintai pertanggungjawaban," kata Borrell.

Kantor Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan, sedikitnya 18 orang tewas dan 30 lainnya terluka dalam aksi demonstrasi di Myanmar pada Minggu.

Para korban berjatuhan karena polisi membubarkan aksi demonstrasi di seluruh penjuru Myanmar dengan kekerasan.

Hari tersebut dianggap sebagai hari paling berdarah selama serentetan aksi protes menentang kudeta militer 1 Februari yang menggulingkan pemimpin de facto Aung San Suu Kyi.

"Uni Eropa akan mengambil tindakan dalam menanggapi perkembangan ini segera," kata Borrell.

Para petinggi di Uni Eropa telah menyetujui sanksi terhadap militer Myanmar atas kudeta tersebut dan telah memutuskan untuk menahan beberapa bantuan pembangunan.

Rencana penjatuhan sanksi tersebut diharapkan akan selesai dalam beberapa hari mendatang dan akan berlaku setelah pemberitahuan resmi diterbitkan oleh Uni Eropa.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Uni Eropa Bakal Jatuhkan Sanksi kepada Junta Militer Myanmar

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved