Breaking News:

Vaksinasi Covid 19

Selain Petugas Pelayanan Publik, Vaksinasi Tahap Dua Juga Prioritaskan Lansia

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun mengimbau kepala daerah se-Jawa Tengah menindaklanjuti kebijakan Kemenkes tersebut

Istimewa
ilustrasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tahap dua bagi petugas layanan publik di Kabupaten Tegal. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Percepat implementasi program nasional vaksinasi Covid-19 tahap kedua, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia mengeluarkan kebijakan vaksinasi pada warga lanjut usia (lansia). Vaksinasi lansia menjadi prioritas utama bersama petugas pelayanan publik. 

Sejalan dengan itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun mengimbau kepala daerah se-Jawa Tengah menindaklanjuti kebijakan Kemenkes tersebut.

Arahan tersebut disampaikan Ganjar dihadapan 35 bupati dan walikota se-Jawa Tengah yang menyaksikannya lewat konferensi video Rapat Evaluasi Penanganan Covid-19 di Jawa Tengah, pada Selasa (2/3/2021) lalu. 

Ganjar mengatakan, jika sebelumnya vaksinasi warga lansia hanya dilakukan di ibu kota provinsi, saat ini sudah bisa dilakukan di seluruh wilayah kota dan kabupaten di Jawa Tengah. 

Ia pun menginstruksikan kepala daerah untuk mendata warga lansianya, termasuk pensiunan PNS maupun pensiunan TNI/Polri.

"Karena stok vaksin yang terbatas, maka vaksinasi pada lansia kita lakukan secara bertahap. Para lansia ini juga nantinya harus dilakukan pemeriksaan apakah layak menjadi peserta vaksinasi atau tidak," jelas Ganjar, dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Kamis (4/3/2021). 

Sementara itu, usai mengikuti konferensi video dengan Gubernur Jawa Tengah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tegal Hendadi Setiadji menuturkan, jika jumlah lansia di Kabupaten Tegal berjumlah 107.935 orang. 

"Memang awalnya vaksinasi tahap kedua ini difokuskan bagi petugas pelayan publik. Tetapi dengan adanya kebijakan baru tersebut maka kami juga akan memprioritaskan lansia ini," ujar Hendadi. 

Menurutnya, lansia termasuk kelompok masyarakat berisiko tinggi dimana angka case fatality rate-nya besar. Dengan kata lain, risiko kematian mereka lebih tinggi jika terpapar virus Corona. 

Menindaklanjuti ini, Hendadi akan berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Tegal untuk mendapatkan data sebaran lansia. 

Tak hanya itu, pihaknya berencana akan menggandeng komunitas yang mayoritas anggotanya adalah lansia seperti Himpunan Pandu dan Pramuka Wreda (Hipprada), maupun Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Tegal.

"Jadi kami akan menyesuaikan data dari komunitas dengan data yang ada di Disdukcapil. Jika data sudah berhasil dikumpulkan, maka proses vaksinasi bisa dilakukan secepatnya di 40 fasilitas kesehatan yang tersebar di wilayah Kabupaten Tegal," tutur Hendadi.

Terkait pelaksanaan program vaksinasi tahap pertama dan kedua di Kabupaten Tegal, Hendadi menyampaikan jika ada 5.113 tenaga kesehatan yang sudah disuntik vaksin. 

Adapun untuk petugas pelayan publik, sampai dengan tanggal 2 Maret 2021 tercatat sudah ada 5.269 orang yang disuntik vaksin, termasuk di dalamnya mereka yang berprofesi sebagai wartawan. (dta) 

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved