Breaking News:

Sejumlah Varian Baru Covid-19 Meluas di Asia Tenggara

Filipina melaporkan 52 lebih kasus virus corona B1351 atau varian Afrika Selatan. Jumlah itu bertambah 47 kasus hanya dalam waktu 3 hari.

CDC
Ilustrasi virus corona atau covid-19 jenis baru 

TRIBUNJATENG.COM, MANILA - Sejumlah varian baru virus corona terus menyebar di kawasan Asia Tenggara dalam beberapa waktu terakhir.

Filipina misalnya, melaporkan 52 lebih kasus virus corona B1351 atau varian Afrika Selatan. Jumlah itu bertambah 47 kasus hanya dalam waktu 3 hari.

Kementerian Kesehatan Filipina melaporkan pada Jumat (5/3), kasus itu merupakan tantangan baru bagi Filipina yang tengah berjuang melawan wabah.

Dari varian kasus baru, sebanyak 41 terdeteksi di Manila, sementara lainnya masih dalam proses verifikasi.

Sebelumnya, Filipina melaporkan enam kasus varian Afrika Selatan pada Selasa (3/3). Penemuan ini terjadi ketika pemerintah Filipina memulai program vaksinasi covid-19.

"Walau belum ada bukti varian ini menyebabkan gejala lebih parah, tetapi virus mutasi ini mempunyai peluang infeksi lebih tinggi, dan bisa mempengaruhi keampuhan vaksin," demikian isi pernyataan Kementerian Kesehatan Filipina.

Otoritas kesehatan Filipina juga melaporkan 31 kasus dari varian Inggris pada hari Jumat (5/3). Negara Asia Tenggara itu memulai upaya inokulasi pada hari Senin (1/3), tetapi para ahli kesehatan khawatir penemuan varian baru dapat mempersulit inokulasi.

Adapun, Malaysia telah mendeteksi dua kasus varian virus corona baru yang dianggap lebih menular dan resisten terhadap antibodi, kata seorang pejabat kesehatan senior pada Jumat (5/3).

Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia, Noor Hisham Abdullah mengatakan dalam sebuah pernyataan, varian tersebut juga dikenal sebagai B.1.525, ditemukan pada dua orang yang melakukan perjalanan dari Dubai, Uni Emirat Arab.

Analisis tes covid-19 para pelancong menunjukkan adanya mutasi termasuk E484K dan rangkaian penghapusan protein serupa yang terlihat pada varian virus yang pertama kali terdeteksi di Inggris, lanjut Noor Hisham.

"Mutasi lonjakan protein E484K sangat memprihatinkan, karena mutasi ini telah dilaporkan menghindari sistem kekebalan," katanya.

Otoritas kesehatan di Inggris dan negara lain mengatakan mutasi E484K berpotensi mengurangi efektivitas vaksin. Varian B.1.525 juga telah terdeteksi di Inggris, Nigeria, Denmark, dan Kanada.

Malaysia, pada Jumat mengurangi pembatasan pergerakan di ibu kota Kuala Lumpur dan beberapa negara bagian, 9 hari setelah memulai program vaksinasi covid-19 secara nasional.

Negara Asia Tenggara tersebut telah mencatat lebih dari 300.000 kasus virus korona sejauh ini, termasuk 1.153 kematian. (cnn/kompas.com)

Editor: Vito
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved