Berita Semarang
Disbudpar Kota Semarang Ajukan Perizinan Museum Kota Lama kepada Provinsi
Disbudpar Kota Semarang ajukan proposal perizinan bangunan di bundaran Bubakan agar dapat jadi museum.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang tengah mengajukan proposal perizinan bangunan di bundaran Bubakan agar dapat menjadi sebuah museum. Bangunan itu nantinya akan dijadikan menjadi Museum Kota Lama.
Kepala Disbudpar Kota Semarang, Indriyasari mengatakan, bangunan fisik di bundaran Bubakan sudah diselesaikan oleh Kementrian PUPR. Untuk menjadi museum, prosesnya cukup panjang mulai dari menyiapkan sarana prasarana hingga mengurus perizinan. Saat ini, detail engineering desain (DED) museum tersebut telah selesai. Pihaknya sedang mengajukan perizinan museum kepada Gubernur Jawa Tengah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah.
"Ada beberapa persyaratan yang sudah kami lengkapi. Secara simultan, kami adakan pengadaan sarpras untuk mendukung museum. Harapan kami, museum tidak hanya untuk edukasi dengan menampilkan benda kuno saja, tapi kami gabung dengan teknologi," jelas Iin, sapaannya, usai rapat kerja bersama DPRD Kota Semarang, Selasa (8/3/2021).
Rencananya, sambung Iin, sarana dan prasarana di museum itu akan digabungkan dengan kemajuan teknologi yang menceritakan Kota Semarang mulai dari zaman sejarah hingga kemajuan kota saat ini menggunakan media teknologi. Anak muda dan generasi penerus diharpakan tidak hanya belajar melainkan juga berekreasi.
Manajemen lalu lintas juga tengah dipersiapkan. Disbudpar bersinergi dengan dinas-dinas lain untuk penataan parkir dan akses dari tempat parkir menuju museum. Pihaknya juga akan bekerja sama dengan pemilik lahan kosong di sebelah Jalan Mataram agar dapat difungsikan sebagai lahan parkir. Sedangkan, Dinas Perumahan dan Perkumiman akan membangunkan taman sekaligus jalan sebagai akses dari parkiran menuju museum.
"Jalan dari Mataram ke Pattimura nanti kami tutup untuk dijadikan akses jalan ke museum. Tadi, ada beberapa usulan dari komisi D ada tempat oleh-oleh. Itu bagus," ucapnya.
Mengantisipasi terjadinya banjir di Bundaran Bubakan seperti beberapa waktu lalu, Iin menyampaikan, Pemerintah Kota Semarang tentu melakukam optimalisasi pompa-pompa yang ada di Kota Lama yakni di Mberok dan Tawang.
Sementara itu, Sekretaris Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo mengatakan, Pemkot dengan persetujuan DPRD sudah menganggarkan pemeliharaan perawatan museum sekitar Rp 3 miliar.
Mengenai akses, menurutnya, menjadi hal yang penting mengingat lokasinya berada di tengah bundaran. Dia meminta, akses jalan bisa dibuat lebih menarik sesuai dengan nuansa museum.
"Kami ingin tahun ini masyarakat sudah bisa menikmati museumnya. Kami minta segera diiventarisir koleksinya apa saja. Dari situ kami akan tahu, apabila ada kekurangan yang perlu diadakan dan anggarannya belum ada, bisa diusulkan di perubahan," terangnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/disbudpar-ajukan-perizinan-museum.jpg)