Rabu, 15 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Masih Pembatasan, Trans Semarang Tak Targetkan Penumpang Muluk-Muluk pada 2021

Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang tidak menargetkan jumlah penumpang muluk-muluk.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: sujarwo
TribunJateng.com/Eka Yulianti Fajlin
Seorang penumpang Trans Semarang mengecek suhu tubuh di thermal camera sebelum memasuki halte Simpanglima, Kamis (22/10/2020). Apabila tidak menggunakan masker, peringatan akan muncul dari thermal camera tersebut. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang tidak menargetkan jumlah penumpang muluk-muluk. Hal ini mengingat masih dalam kondisi pandemi Covid-19. Penerapan protokol kesehatan pun masih diterapkan dengan pembatasan kapasitas 50 persen.

Plt Kepala BLU Trans Semarang, Hendrix Setyawan mengatakan, target penumpang pada 2021 ini hanya 7 - 8 juta penumpang dalam satu tahun. Jumlah itu sangat jauh jika dibanding total penumpang sebelum masa pandemi dimana mencapai 11 juta penumpang pada 2019 silam.

Pada 2020, pihaknya menargetkan 14 juta penumpang. Target itu kemudian diturunkan jadi 7 juta penumpang lantaran adanya pembatasan kapasitas menjadi 50 persen.

"Kalau mengikuti target 2020, kami tidak tercapai karena awal tahun kami belum pandemi masih menargarkwn normal yakni 14 juta penumpang," ujar Hendrix, Rabu (10/3/2021).

Dia belum dapat memastikan sampai kapan pembatasan ini akan diberlakukan. Hingga saat ini, Trans Semarang masih memberlakukan pembatasan tersebut. Protokol kesehatan lain diantaranya mencuci tangan sebelum masuk armada dan memakai masker masih diberlakukan untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19.

Dia berharap, keadaan bisa segera kembali normal sehingga kapasitaa yang semula dibatasi bisa kembali penuh. Dengan demikian, ada harapan jumlah penumpang akan naik.

Selain melakukan penyesuaian target, lanjut Hendrix, Trans Semarang juga mengurungkan penambahan koridor pada 2021 ini. Pemerintah Kota Semarang masih fokus penanganan Covid-19.

"Belum jadi ada penambahan karena pemerintah masih fokus penanganam kesehatan," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved