Breaking News:

DPRD Jateng

Rencana Impor saat Panen Raya, Wakil Ketua DPRD Jateng: Bisa-bisa Sektor Pertanian Tak Diminati

Provinsi Jawa Tengah yang merupakan lumbung pangan nasional, berkontribusi terhadap ketersediaan pangan, termasuk beras.

Istimewa
Politikus senior Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Jawa Tengah yang juga Wakil Ketua DPRD Jateng, Quatly Abdulkadir Alkatiri (kanan).i 

Penulis: Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Provinsi Jawa Tengah yang merupakan lumbung pangan nasional, berkontribusi terhadap ketersediaan pangan, termasuk beras.

Tentunya, rencana impor beras yang berpasan dengan masa panen raya menyakitkan petani dimana harga gabah di tingkat petani akan melorot lantaran stok melimpah.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah, Quatly Abdulkadir Alkatiri menyatakan, harga gabah sangat murah di tingkat petani.

"Apalagi, menjelang panen raya ini pemerintah membuat kebijakan impor beras. Tentunya harga gabah sangat anjlok," kata Quatly, Kamis (11/3/2021).

Menurutnya, hasil survei pertanian 2018, dari seluruh penduduk miskin di Indonesia, 49 persen menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Rencana impor ini, kata dia, sungguh ironis bagi Indonesia yang terkenal sebagai negara agraris.

"Dengan kondisi demikian, dikhawatirkan sektor pertanian menjadi semakin tidak diminati oleh masyarakat Indonesia," ujarnya.

Jika kondisi ini tetap berlangsung, ia memperkirakan 10 atau 20 tahun lagi akan ada dampak produksi pangan nasional yang menurun. Sehingga mau tidak mau Indonesia akan menjadi negara pengimpor pangan dalam skala besar.

Petani di Indonesia, kata dia, selalu berada pada posisi yang rawan dalam hal kesejahteraan. Mayoritas petani Indonesia merupakan petani guram, yakni petani yang hanya mengusahakan lahan kurang dari setengah hektare.

Petani guram rentan terhadap berbagai risiko di antaranya kesulitan untuk memenuhi kebutuhan jika hanya menggantungkan hidup pada lahan yang terbatas, tidak memiliki kecukupan modal untuk meningkatkan produktivitas sementara harga pupuk dan upah tenaga kerja terus melambung tinggi, dan menghadapi risiko gagal panen saat iklim buruk

Halaman
123
Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved