Breaking News:

Berita Pemalang

Soal Kabar Jalan Ditembok karena Kalah Pilkades di Pemalang, Andrianto Tuntut Permintaan Maaf

Andrianto meminta keluarga Suharto yang sudah memberi keterangan ke media untuk meminta maaf, dan melakukan publikasi atas kabar jalan ditembok itu

Tribun Jateng/Budi Susanto
Susatyo Andrianto, anak dari Sukendro, saat menyampaikan kekesalannya atas tuduhan menutup akses jalan warga dengan bangunan di Mapolsek Petarukan, Sabtu (13/3/2021). 

Penulis : Budi Susanto 

TRIBUNJATENG.COM, PEMALANG - Kekesalan Susatyo Andrianto warga Desa Widodaren, Kecamatan Petarukan Pemalang tak terbendung. 

Ia geram lantaran keluarganya diberitakan menutup jalan warga dengan membangun tembok permanen. 

Saat ditemui di Mapolsek Petarukan, Andrianto yang merupakan putra dari Sukendro meluap-luap menyampaikan kekesalannya.

Baca juga: Viral 3 Rumah Terisolasi Jalan Ditembok Pemilik Tanah yang Kalah Pilkades di Pemalang, Ini Faktanya

Baca juga: 3 Nelayan Palestina Tewas Setelah Drone Tersangkut Jala Kemudian Meledak di Laut Gaza

Baca juga: Atta Halilintar Menangis Saat Lamar Aurel, Ashanty Duduk Berdampingan dengan Krisdayanti

Baca juga: Harga Bitcoin Tembus Rekor Rp 800 Juta, CEO Indodax Prediksi Bisa Lebih Tinggi Lagi

"Katanya kalah Pilkades lalu menutup jalan desa, itu bukan jalan desa, itu tanah pribadi kami. Tanah itu bersetifikat atas nama Mindarwati ibu saya," terangnya, Sabtu (13/3/2021).

Ia menegaskan, pembangunan yang dilakukan tidak ada hubungan dengan Pilkades 2020. 

Susatyo Andrianto, anak dari Sukendro, saat menyampaikan kekesalannya atas tuduhan menutup akses jalan warga dengan bangunan di Mapolsek Petarukan, Sabtu (13/3/2021).
Susatyo Andrianto, anak dari Sukendro, saat menyampaikan kekesalannya atas tuduhan menutup akses jalan warga dengan bangunan di Mapolsek Petarukan, Sabtu (13/3/2021). (Tribun Jateng/Budi Susanto)

"Memang saya nyalon pada 27 Desember, tapi pembangunan dilakukan pada Februari lalu dan ada IMB nya, Polsek juga mengetahui itu. Masak satu tahun berselang disangkutkan dengan Pilkades, apa lagi diberitakan, terus terang kami tidak menerimanya," paparnya. 

Ia kembali berkoar, akses jalan yang tertutup tidak benar, karena masih ada jalan lainya, bahkan kendaraan roda dua bisa melintas. 

"Memang untuk roda empat tidak bisa, tapi roda dua masih bisa melintas, berarti bukan terisolir," katanya. 

Andrianto pun meminta keluarga Suharto yang sudah memberi keterangan ke media untuk meminta maaf, dan melakukan publikasi terkait permintaan maaf tersebut. 

Halaman
1234
Penulis: budi susanto
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved