Breaking News:

DPRD Jateng

Abdul Aziz: Pemprov dan DPRD Jateng Terlalu Covidphobia?

Pemerintah Provinsi dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah masih cenderung berhati-hati atau covidphobia.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: Daniel Ari Purnomo
Istimewa
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo (dalam monitor) saat membuka Rapat Koordinasi Pendapatan antara Banggar DPRD bersama pemprov di Solo baru-baru ini. 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG- Pemerintah Provinsi dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah masih cenderung berhati-hati atau covidphobia terkait keputusan penetapan proyeksi Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2022 mendatang.

Hal itu diungkapkan anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jateng, Abdul Aziz. Menurutnya rasa optimisme belum muncul dari dua pihak ini.

"Eksekutif dan tentu teman-teman saya di DPRD Jateng masih cenderung covidphobia. Padahal optimisme sangat penting untuk menggerakan mesin-mesin pertumbuhan dan sektor riil ekonomi," kata politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini, Minggu (14/3/2021).

Jateng memasang angka Rp 15,4 triliun PAD pada 2022 dalam Rapat Koordinasi Pendapatan antara Banggar DPRD bersama pemprov baru-baru ini di Solo.

Legislator asal Lasem Rembang ini menilai angka tersebut terlalu konservatif. Mengingat, selisihnya terlalu besar dengan angka yang termaktub dalam keputusan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Artinya, keputusan memasang proyeksi PAD 2022 sebesar Rp 15,4 triliun terlalu rendah. Di RPJMD Provinsi Jateng tertera angka Rp 18,07 triliun, artinya ada selisih Rp 2,6 triliun dengan angka yang diputuskan pada rakor di Solo tersebut.

"Saat itu, dengan angka Rp 18,07 triliun saja, kami masih menilai under estimate. Sebab, masih di bawah realisasi pertumbuhan PAD tiga tahun terakhir sebelum RPJMD diputuskan yakni 9,4 persen," jelasnya.

Seharusnya, lanjutnya, asumsi normal kembali harus diterapkan pada angka PAD 2022 APBD Jateng. Normal kembali lantaran vaksinasi tengah berproses didistribusikan.

Vaksinasi juga dinilai menyemai kesuksesan dengan berkurangnya angka kesakitan covid di Jateng. Kebangkitan ekonomi berpotensi terbit setelah adanya stagnasi karena pandemi.

"Dengan angka PAD yang optimis, maka perencanaan pembangunan akan semakin jauh lebih efektif dalam menyelesaikan masalah kemiskinan di Jateng," ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, memberikan sejumlah penekanan dalam penyusunan anggaran. Pandemi Covid-19 masih menjadi topik kajian terutama untuk terobosan mencari sektor pendapatan. Tuntutan inovasi dan kreativitas menjadi pilihan utama.

"Pandemi Covid-19 telah mengubah pola pikir kita untuk dituntut berinovasi dan kreatif guna mencari pendapatan daerah. Identifikasi sumber-sumber pendapatan harus terpetakan supaya jelas dan cermat. Pola-pola lama harus ditinggalkan," kata Ganjar.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved