Uang Palsu

Agus COD Hp Pakai Uang Palsu, yang Kena Zonk ABG Blora

Satreskrim Polres Blora menangkap Agus Sulistyo (19) warga Desa Brumbung, Kecamatan Jepon, Blora dalam kasus uang palsu.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: Daniel Ari Purnomo
Istimewa
Gelar perkara peredaran uang palsu di Mapolres Blora. 

TRIBUNJATENG.COM, BLORA – Satreskrim Polres Blora menangkap Agus Sulistyo (19) warga Desa Brumbung, Kecamatan Jepon, Blora dalam kasus uang palsu.

Agus ketahuan mengedarkan uang palsu setelah sebelumnya transaksi beli hape.

Kapolres Blora, AKBP Wiraga Dimas Tama mengatakan, kejadian berawal dari laporan korban Agus Amin Lungkar Sungkowo (16) seorang pelajar asal Desa Sukorejo, Kecamatan Tunjungan, Blora pada hari Kamis (11/02/2021).

Adapun modus tersangka dalam mengedarkan uang palsu adalah membeli hape dari korban dengan cara pembayaran tunai saat barang diterima atau cash on delivery (COD).

Peristiwa tersebut berawal pada Rabu (10/02/2021) sekira pukul 11.00 WIB.

Korban dihubungi oleh tersangka melalui nomor Whatsapp menanyakan hape milik korban yang dijual dan diunggah di grup media sosial facebook.

Dari situ kemudian terjadi tawar menawar harga. Akhirnya tersangka mau membeli dengan harga Rp. 1.350.000, namun tersangka meminta agar transaksi pembayaran dilakukan secara COD atau bertemu langsung di Jalan Raya Blora - Cepu tepatnya di depan Asrama Yonif 410/Alugoro Kelurahan Bangkle, Kecamatan Blora pada Kamis (11/02/2021) sekitar pukul 21.50 WIB.

“Keesokan harinya korban baru sadar ternyata uang yang diberikan tersangka untuk membayar hape semua uang palsu,” kata Wiraga, Selasa (16/3/2021).

Korban mencoba untuk menghubungi nomor hape pelaku, namun dia sudah diblokir.

Karena merasa telah ditipu, akhirnya korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Blora.

Menerima laporan tersebut Satreskrim Polres Blora melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil menangkap tersangka Agus Sulistyo di wilayah Jepon.

Barang bukti yang diamankan dalam peristiwa ini yakni belasan lembar uang kertas pecahan seratus ribu dan lima puluh ribu.

Kemudian satu unit sepeda motor, dua amplop warna cokelat yang telah disobek, dan sebuah hape Samsung.

Wiraga menjelaskan, tersangka mendapatkan uang palsu dari Jawa Barat.

Saat ini, pihaknya masih menyelidiki uang palsu tersebut tepatnya berasal dari mana.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat pasal Pasal 245 KUHP Subs pasal 26 ayat (3) UURI Nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang. dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved