Banjir di Kudus
Sepekan Banjir Rendam Jalan Kudus-Purwodadi, Motor Matik Banyak Mogok
Sudah sepekan ini Jalan Kudus-Purwodadi tepatnya mulai dari Proliman Tanjungkarang sampai Desa Jetiskapuan tergenang banjir.
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Sudah sepekan ini Jalan Kudus-Purwodadi tepatnya mulai dari Proliman Tanjungkarang sampai Desa Jetiskapuan tergenang banjir.
Akibat banjir ini, aktivitas warga yang melintas di jalan yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi tersebut terhambat.
Bahkan tidak jarang motor milik pengendara yang melintas mogok dan harus didorong.
Banjir yang menggenang di jalan provinsi tersebut rata-rata setinggi 30 sentimeter.
Motor matik yang nekat menerobos banjir, pun tidak jarang yang harus berakhir dengan didorong alias mogok.
Satu di antara pengendara yang melintas dan motornya mogok yaitu Taufik Hidayat.
Lelaki berusia 32 tahun tersebut sedianya hendak pulang ke rumah orangtuanya di Desa Wates, Kecamatan Undaan.
Namun, belum sampai tujuan motor matiknya sudah mogok saat menerjang banjir.
Tahu motornya mogok, Taufik memilih untuk menepi. Istri dan anaknya yang masih berusia dua tahun diminta untuk turun.
Baca juga: Badan dan Ekor Pesawat Indonesia Air Transport Ditemukan, Lokasi Terjal
Baca juga: Detik-detik Bayi 11 Bulan di Grobogan Tewas Terbakar, Ditinggal Ibu Beli Bubur
Baca juga: Sosok Avelinus Nong Guru Diduga Dibully Bupati Hingga Pingsan, Berawal dari Rokok
Taufik sejenak mendiamkan motornya.
Untuk kemudian dihidupkan lagi dengan cara distarter menggunakan kaki.
Motornya hidup.
Namun banjirnya masih belum surut.
“Saya tinggal di Ploso, Kecamatan Jati.
Ini mau balik ke rumah orangtua di Desa Wates, Kecamatan Undaan malah mogok motor saya,” kata Taufik saat ditemui di lokasi banjir, Minggu (18/1/2026).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260118_motor-mogok.jpg)