Berita Blora
Bupati Blora Arief Rohman Upayakan SRG di Kedungtuban Kembali Aktif
Bupati Blora berupaya agar SRG yang sudah tersedia sejak 2013 di Desa Sidorejo kembali diaktifkan.
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Bupati Blora Arief Rohman tengah berupaya agar sistem resi gudang (SRG) yang sudah tersedia sejak 2013 di Desa Sidorejo, Kedungtuban, Blora kembali diaktifkan. Hal itu dilakukan agar gabah petani terserap.
Arief mengatakan, SRG di Desa Sidorejo dibangun Kementerian Perdagangan sejak 2013.
"Di Blora ini sudah ada SRG di Desa Sidorejo, Kecamatan Kedungtuban tapi kondisinya mangkrak. Ini akan kita upayakan secepatnya agar resi gudang yang ada di Sidorejo segera berfungsi. Karena fungsinya bagus untuk menyerap gabah petani dalam kondisi harga gabah sedang turun," kata Arief seusai rapat koordinasi dengan perwakilan bulog dan mitra Bulog, Rabu (17/3/2021).
Menurut Arief, dengan keberadaan SRG ini nantinya bisa untuk menstabilkan harga gabah petani.
"Ya nanti semacam Bulog-lah , tapi yang ada di daerah, seperti badan usaha milik petani, sistemnya seperti apa nanti kita akan belajar di wonogiri dimana hal tersebut sudah berjalan," tandas Arief.
Untuk diketahui, gudang SRG di Desa Sidorejo ini dulunya dibangun dengan dana alokasi khusus (DAK) dan dana alokasi umum (DAU) dengan total anggaran mencapai Rp 4,84 miliar. Dibangun di atas tanah seluas 3.500 meter persegi milik Pemkab Blora.
Daya tampung gudang SRG mencapai 1.500 ton gabah. Mesin pengering gabah berkapasitas 10 ton per delapan jam dan dilengkapi dengan lantai jemur gabah, ganset, listrik, dan segenap peralatan penunjang. (*)