Perguruan Tinggi di Semarang Sudah Jalankan Program Pertukaran Pelajar Sebelum Adanya MBKM

Implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang digadang Kemendikbud di antaranya pertukaran pelajar.

Penulis: m zaenal arifin | Editor: sujarwo
TRIBUN JATENG/MUHAMMAD SHOLEKAN
Rektor USM, Andy Kridasusila 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang digadang oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di antaranya adalah pertukaran pelajar.

Program pertukaran pelajar memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menjalani pendidikan di luar kampus atau di luar program studi yang ditempuh. Nyatanya, berbagai perguruan tinggi di Semarang sudah menjalankan program tersebut.

Di antaranya Universitas Semarang (USM). Kampus yang didirikan oleh Yayasan Alumni Undip tersebut pernah melakukan pertukaran pelajar bekerjasama dengan National Dong Hwa University pada 2019 lalu.

"Tahun 2019 kita mengirim mahasiswa USM ke National Dong Hwa University sebagai program student exchange (pertukaran pelajar--red). Dengan adanya Merdeka Belajar Kampus Merdeka ini, nantinya juga ada pertukaran pelajar lagi," kata Rektor USM, Andy Kridasusila, Jumat (19/3/2021).

USM sendiri telah mendeklarasikan akan mulai menjalankan kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka pada semester gasal tahun akademik 2021/2022 mendatang atau tepatnya mulai September 2021.

Dengan diterapkannya Merdeka Belajar Kampus Merdeka, nantinya para mahasiswa akan menjalani tiga semester di luar prodi yang ditempuh. Dua semester ditempuh mahasiswa di luar perguruan tinggi dan satu semester ditempuh di perguruan tinggi yang sama namun di prodi lain.

Andy menyebut, telah bekerjasama dengan berbagai berbagai perguruan tinggi lain, termasuk juga dengan dunia industri. Kerjasama tersebut di antaranya menyangkut program pertukaran pelajar.

"Untuk MoU, kita ada menyebut poin student exchange. Namun untuk kerjasama yang spesifik ke arah itu, sebagai implementasi merdeka belajar kampus merdeka, kita blm ada agreement dan implementing arrangement untuk melaksanakannya. Karena yang akan melaksanakan aktivitas tersebut dari prodi," paparnya.

Ketua Prodi Ilmu Hukum Universitas Semarang (USM), Amri Panahatan Sihotang menuturkan,di awal pelaksanaan, proses perkuliahan mungkin tak ada bedanya dengan kurikulum lama. Karena otomatis mahasiswa yang memilih kurikulum merdeka belajar, belum merasakan perbedaannya.

"Mahasiswa baru akan menempuh perkuliahan di luar kampus itu pada semester 6-7. Di awal semester, mereka masih menerima perkuliahan sebagaimana kurikulum reguler," ucapnya.

Dalam merdeka belajar, ada 8 program yang bisa dijalankan setiap mahasiswa di luar kampus sebagai pengganti pembelajaran. Di antaranya program magang, kewirausahaan, pertukaran pelajar, dan lainnya.

"Kami akan memberi kebebasan pada mahasiswa memilih satu dari dua program yang disepakati yaitu magang dan kewirausahaan. Sebagai persiapan, kita sedang menyusun draf pelaksanaan kurikulum itu," terangnya.

Kurikulum tersebut tidak membuat para calon mahasiswa yang akan masuk perguruan tinggi kebingungan. Mereka tinggal menjalankan apa yang sudah diprogramkan oleh perguruan tinggi dan fakultas maupun prodi yang dipilih.

Rektor Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang, F Ridwan Sanjaya mengatakan, Unika berkomitmen dalam penyelenggaraan pembelajaran perkuliahan MBKM dengan menggandeng Nationwide University Network in Indonesia (NUNI) dan Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK). Termasuk dalam hal pertukaran pelajar.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved