Kamis, 14 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Perguruan Tinggi di Semarang Sudah Jalankan Program Pertukaran Pelajar Sebelum Adanya MBKM

Implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang digadang Kemendikbud di antaranya pertukaran pelajar.

Tayang:
Penulis: m zaenal arifin | Editor: sujarwo
TRIBUN JATENG/MUHAMMAD SHOLEKAN
Rektor USM, Andy Kridasusila 

Ridwan menuturkan, Unika siap untuk menghadapi yang namanya disruptive innovation sehingga berbagai hal yang dikembangkan sejak 2017 bertujuan untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada mahasiswa, baik secara langsung maupun secara tidak langsung, misalnya dalam bentuk digital.

Wakil Rektor I Bidang Akademik Unika Soegijapranata, Cecilia Titiek Murniati menjelaskan, Unika Soegijapranata berusaha untuk mewadahi dan melaksanakan Program MBKM yang dimulai oleh pemerintah sejak awal tahun 2020 hingga sekarang.

Tentu saja hal ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi lulusan baik hardskill maupun softskill agar lebih siap dan relevan dengan kebutuhan zaman. Kemudian menyiapkan lulusan sebagai pemimpin masa depan bangsa dan memfasilitasi mahasiswa mengembangkan potensi sesuai minat dan bakat yang dimiliki.

"Unika Soegijapranata sudah melaksanakan program-program yang ada kaitannya dengan MBKM dengan memberi kesempatan baik kepada para mahasiswa di Unika maupun yang ingin belajar di Unika untuk memperluas pengetahuannya," paparnya.

Dikatakannya, program pertukaran pelajar sudah disiapkan sejak Agustus 2020 lalu bekerjasama dengan NUNI dan APTIK. Selanjutnya dari proses pendaftaran dan seleksi yang dilakukan sejak Desember 2020 hingga Februari 2021, terdapat 18 mahasiswa luar Unika yang terpilih mengikuti program tersebut dengan mengikuti perkuliahan di Unika.

Yaitu dari Universitas Bina Nusantara, Universitas Sanata Dharma,  Universitas Padjajaran, Universitas Kristen Petra, Universitas Islam Indonesia, dan Universitas Kristen Maranatha.

"Kita akan melaksanakan MBKM dalam bentuk pertukaran pelajar bersama jaringan NUNI dan APTIK," jelasnya.

Sementara untuk jaringan APTIK, katanya, ada 9 mahasiswa Unika Soegijapranata yang mengikuti pertukaran pelajar di Universitas Atmajaya Jakarta dengan mengambil mata kuliah Indonesian Culture and Multiculturalism.

Sebelum mengikuti program, para mahasiswa mendapatkan pembekalan teknis, tentang bagaimana kuliah di Unika, bagaimana presensinya, kemudian learning management systemnya seperti apa.

"Harapannya, para mahasiswa yang belajar di Unika dari perguruan tinggi lain, maupun para mahasiswa Unika yang belajar ke perguruan tinggi lain dapat merasakan manfaat dari program MBKM," harapnya.

Para mahasiswa yang pernah menjalani program pertukaran pelajaran, merasakan banyak manfaat yang diperoleh selain kesempatan menempuh pendidikan di luar kampus. Di antaranya dapat mempelajari budaya lokal.

Belajar Budaya Lokal

Mahasiswa Universitas Katolik (Unika) Soegijaptanata Semarang, Steven Fernando yang pernah mengikuti program pertukaran pelajar ke Providence University Taiwan, mengatakan, dirinya harus menyiapkan beberapa hal untuk mengikuti program tersebut.

Di antaranya proposal, pembuatan visa, kemudian penyediaan dana cadangan apabila dana dari pemberi beasiswa belum diterima. Serta pemilihan mata kuliah yang akan dipilih.

"Pengalaman yang kita dapat selama di Taiwan sangat banyak, seperti bertemu dengan orang-orang baru dari Eropa, Amerika, Australia, China, serta dari beberapa negara lain yang memiliki background yang berbeda tapi bertemu di tempat yang sama," ungkapnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved