Perguruan Tinggi di Semarang Sudah Jalankan Program Pertukaran Pelajar Sebelum Adanya MBKM
Implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang digadang Kemendikbud di antaranya pertukaran pelajar.
Penulis: m zaenal arifin | Editor: sujarwo
Selain itu, dirinya juga belajar bahasa Mandarin di kelas Mandarin dan mendapatkan perkuliahan yang menarik. Kemudian juga berkesempatan belajar kebudayaan Taiwan dan budaya lainnya serta sempat mengajar bahasa Inggris di sekolah TK atau di SD di Taiwan selama beberapa hari.
"Saya mendapat koneksi dan pengetahuan yang luas selama mengikuti program student exchange (pertukaran pelajar--red)," akunya.
Sementara itu, Sekretaris Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VI Jawa Tengah, Lukman mengatakan, adanya kampus merdeka-merdeka belajar diperlukan adanya perubahan mindset.
Dikonversi 20 SKS
Setiap program yang dilaksanakan selama 1 semester yang nantinya dikonversi sama dengan 20 SKS. Karenanya, ketika mahasiswa kuliah, harus sudah memiliki bayangan pekerjaan sejak semester awal kuliah.
"Oleh karena itu, didesain mahasiswa tidak belajar di kampus selama 3 semester. Mereka bisa menjalankan program magang, riset, pertukaran pelajar dan program lainnya. Nah program itu nanti dikonversi 20 sks," kata Lukman.
Saat ini, aplikasi kurikulum tersebut baru sebatas penerapan kurikulum. Untuk bisa menerapkan kurikulum tersebut, perguruan tinggi diharuskan mencari mitra yang digunakan untuk menjalankan berbagai program.
"Kesiapan program studi sangat penting untuk bisa menjalankan itu. Karena program studi sebagai pemberi keilmuan kepada mahasiswa. Prodi harus memetakan mahasiswanya nanti akan dibawa kemana. Yaitu dengan menyiapkan mitra sebaik mungkin," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/rektor-usm-andy-kridasusila-kan.jpg)