Breaking News:

Berita Pemalang

Mistis! Jangan Kenakan Baju Warna Hijau Muda saat Berkunjung ke Candi Batur Pemalang

Pengguna jalan yang mampir ke Candi Batur di Desa Bulakan, Kecamatan Belik Pemalang, tak disarankan mengenakan pakai berwarna hijau muda. 

Penulis: budi susanto | Editor: rival al manaf
Istimewa
Sejumlah pengguna jalan melintas di depan kawasan Candi Batur yang ada di Desa Bulakan, Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang, Sabtu (20/3/2021). 

Penulis : Budi Susanto 

TRIBUNJATENG.COM, PEMALANG - Pengguna jalan yang mampir ke Candi Batur di Desa Bulakan, Kecamatan Belik Pemalang, tak disarankan mengenakan pakai berwarna hijau muda. 

Hal itu karena mitos yang masih dipercaya oleh warga sekitar, di mana pakai berwarna hijau muda, merupakan pakaian yang digunakan Dewi Rantamsari penjaga di kawasan Candi Batur. 

Menurut Sigit Pujianto, Kepala Desa Bulakan, jika melanggar Dewi Rantamsari akan memberikan musibah bagi pengguna pakai berwarna hijau itu.

Baca juga: Hubungan Memanas, Malaysia Perintahkan Staf Diplomatik Korea Utara Angkat Kaki dalam Waktu 48 Jam

Baca juga: Video Cerita Mistis Pohon Randu Raksasa di Sikasur Pemalang

Baca juga: Kapolres Pemalang: Tindak Siapapun yang Lakukan Kekerasaan Terhadap Perempuan dan Eksploitasi Anak

Baca juga: Kapolres Pemalang: Tindak Siapapun yang Lakukan Kekerasaan Terhadap Perempuan dan Eksploitasi Anak

 

"Kepercayaan di sini memang seperti itu, dan kami meyakininya. Maka dari itu baik pedagang maupun warga, tak ada yang mengenakan pakaian berwarna hijua muda saat berkunjung ke wilayah Candi Batur," katanya melalui sambungan telpon, Sabtu (20/3/2021).

Adapun kawasan Candi Batur terbagi menjadi dua, ada rest area yang biasanya disambangi pengguna jalan, dan kawasan hutan lindung yang terdapat mata air yang dikeramatkan warga.

Selain masih asri dengan pohon-pohon besar yang menjulang, lokasi tersebut juga didiami rubuan monyet ekor panjang yang menjadi daya tarik bagi pengunjung. 

Dilanjutkan Sigit, hutan lindung di kawasan Candi Batur masih sangat terjaga ke alamiannya. 

"Kawasan ini luasanya sekitar tiga hektar, masyarakat juga menjaga alam sekitar. Bahkan tidak ada yang berani merusak alam di sini, karena jika merusak dan membawa material hutan ke rumah, penjaganya tidak akan terima," jelasnya. 

Dipaparkan Sigit, keberadaan monyet ekor panjang juga dipercaya membawa berkah bagi siapapun yang memberi mereka makan.

Baca juga: Dinkes Pemalang Akan Awasi Pelaksanaan Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka Yang Akan Digelar Hari Ini

Baca juga: Penarik Perahu di Sungai Comal Pemalang Temukan Jenazah Wanita Mengambang

Baca juga: Pemkab Pemalang akan Perbaiki 121 Ruas Jalan Pada April dan Mei Mendatang 

"Percaya atau tidak memang seperti itu mitosnya, dan warga masih mempercayainya. Bahkan setiap suro kami mengadakan ritual dengan menyembelih kambing, dan kepalanya kami kubur di sekitar mata air," imbuhnya. 

Ia menambahkan, diluar dari mitos yang diamini warga Desa Bulakan, kawasan Candi Batur terus berkembang dan dikunjungi banyak orang dari luar daerah. 

"Entah sekedar istirahat untuk melepas lelah saat menempuh perjalan, atau yang sengaja datang, kawasan Candi Batur selalu didatangi pengunjung. Yang kurang di sini hanya penataan, kami berharap ada program pavingisasi dari pemerintah agar pengunjung bisa terarah," tambahnya.  (Bud)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved