Berita Viral
Cerita Gus Baha Duduk di Emperan Menunggu Kiai di Ponpes Lirboyo Kediri
Gus Baha tampak duduk di emperan Mushola, persis seperti santri yang akan sowan atau bertamu ke rumah Kiai
Cerita Gus Baha Duduk di Emperan Menunggu Kiai di Ponpes Lirboyo Kediri
TRIBUNJATENG.COM, SURABAYA - KH Ahmad Bahauddin Nur Salim atau lebih dikenal dengan sebutan Gus Baha, sejak kecil sudah mendapat ilmu dan hafalan Al Quran dari ayahnya, KH Nur Salim Al-Hafidz.
Bahkan video ceramah Gus Baha ini bertebaran di Youtube dan media sosial lainnya.
Belakangan, sosial media dipenuhi dengan video ceramah dari seorang ulama bernama Gus Baha.
Mulai dari yang durasi 2-3 menit sampai yang lebih dari satu jam. Mengulas beragam topik keislaman, mulai dari fikih, ekonomi, dakwah, dan sebagainya.
Maka tidak heran apabila Gus Baha menjadi ahli tafsir Al Quran. Sehingga sangat diidolakan anak-anak muda atau yang biasa disebut kaum milenial.
Baca juga: Bertemu dalam 1 Acara Demokrat AHY dan Moeldoko Cekcok, Bicara Soal Bersih-bersih Lemak
Baca juga: Bocah 15 Tahun Nyaris Tewas Dicekik Sang Ayah, Trauma hingga Takut Masuk Rumah
Baca juga: Pengakuan Dalbo Pria yang Perkosa Ayu saat Kondisi Sekarat Terlindas Truk: Dia Menangis
Selain kecerdasan, Gus Baha juga dikenal karena sangat sederhana dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Bahkan Gus baha sangat tawadhu kepada orang lain, apalagi Guru-gurunya.
Tawadhu' yaitu perilaku manusia yang mempunyai watak rendah hati, tidak sombong, tidak angkuh, atau merendahkan diri agar tidak kelihatan sombong, angkuh, congkak, besar kepala itulah yang dimiliki Gus Baha.
Seperti yang terlihat dan dijumpai beberapa santri Pondok pesantrebn Lirboyo, Kota Kediri.
Gus Baha dengan rela menunggu pengasuh Pondok Pesantren Lirboto di emperan. Bahkan menunggu snag tuan rumah dengan duduk di bawah depan rumah sang kiai.

KH Bahaudin Nursalim atau Gus Baha ketika hendak sowan (bertamu) ke ndalem (rumah) Buya KH. Abdullah Kafabihi Mahrus duduk di emperan Mushola di Ponpes Lirboyo Kota Kediri (Istimewa)
Kesederhanaan dan ketawadhu'an KH. Bahaudin Nursalim ketika hendak sowan Buya KH. Abdullah Kafabihi Mahrus.
Gus Baha tampak duduk di emperan Mushola, persis seperti santri yang akan sowan atau bertamu ke rumah Kiai.
Sikap Gus Baha ittu, mengingatkan kita pada salah satu syamail Nabawiyah :