Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Guru Agama di Inggris Nekat Pajang Kartun Nabi di Sekolah

Sebuah sekolah di Yorkshire, Inggris, didemo orangtua murid akibat ada seorang guru agama yang memperlihatkan kartun Nabi Muhammad

Editor: Vito
istimewa
Ilustrasi tabloid satire Prancis, Charlie Hebdo, yang pernah menerbitkan kartun Nabi Muhammad. (AFP/JOHN MACDOUGALL) 

TRIBUNJATENG.COM, YORKSHIRE - Sebuah sekolah di Yorkshire, Inggris, didemo orangtua murid akibat ada seorang guru agama yang memperlihatkan kartun Nabi Muhammad, dalam proses belajar tatap muka di kelas.

Gambar kartun itu diambil dari tabloid satire Prancis, Charlie Hebdo, di mana sebelumnya sempat menimbulkan kegaduhan, bahkan hingga mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

Dilansir Arab News, Jumat (26/3), para orangtua murid yang Muslim mengetahui hal itu dari laporan anak-anaknya. Mereka lantas menggalang dukungan melalui media sosial untuk menggelar unjuk rasa.

Demo itu digelar di depan gerbang sekolah Batley Grammar pada Kamis (25/3) pagi waktu setempat. Alhasil, kegiatan belajar mengajar di sekolah terpaksa molor hingga pukul 10.00 waktu setempat.

Meski aksi unjuk rasa berlangsung damai, sejumlah anggota polisi dikerahkan berjaga di depan sekolah.

Melalui surel, Kepala Sekolah Batley Grammar, Gary Kibble menyampaikan permintaan maaf kepada para orangtua murid yang tersinggung dengan cara mengajar guru agama di sekolah itu.

"Kami sebagai pengelola menyelidiki kasus ini secara formal, dan sangat berterima kasih atas dukungan aparat setempat," demikian isi surel itu.

Pernyataan maaf itu juga dibacakan aparat kepolisian di hadapan massa pengunjuk rasa.

Menurut laporan surat kabar setempat, Examiner, sang guru agama yang memperlihatkan kartun Nabi Muhammad itu diskors sementara.

Tokoh Muslim setempat, Muhammad Amin Pandor menyatakan tidak bisa menerima kekeliruan itu. Sejumlah orangtua murid bahkan meminta guru agama itu dipecat.

"Kami meminta investigasi mandiri dan juga melibatkan beberapa orang dari masyarakat Muslim sebagai anggota. Itu yang kami minta," katanya.

"Kalau mereka tidak mau, kami akan memaksa. Kami akan bekerja sama dengan sekolah supaya hal seperti ini tidak terulang lagi di masa mendatang," tandas Amin. (cnn)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved