Jumat, 24 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Batang

Senangnya Dua Siswa Tak Mampu Ini Dapat Hadiah Laptop dan Smartphone dari Bupati Wihaji

Penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) menjadi persoalan tersendiri bagi sebagian besar orang tua siswa tidak mampu.

Penulis: dina indriani | Editor: rival al manaf
Istimewa
Bupati Batang Wihaji menyerahkan laptop dan smartphone saat program podcast ‘Curhat Wihaji’ di studio Diskominfo Batang, Jumat (26/3/2021). 

Penulis : Dina Indriani

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) menjadi persoalan tersendiri bagi sebagian besar orang tua siswa tidak mampu.

Pasalnya, untuk bisa mengikuti PJJ siswa harus memiliki perangkat digital seperti smartphone, laptop serta kuota internet.

Kendalanya adalah tidak semua siswa bisa mengakses perangkat tersebut, terutama bagi mereka yang kurang mampu.

Seperti yang dialami Nadia Rasya Kusmawati (14) siswa SMPN 03 Kecamatan Blado dan Siva Asalia (11) siswa SD Kandeman 01.

Baca juga: Video Innova Hantam Truk Gandeng di Tol Batang Km 377

Baca juga: Kecelakaan di Tol Batang Km 377, Innova Tabrak Truk Gandeng, Moncong Jadi Ringsek

Baca juga: Sopir Innova Ngantuk Tabrak Truk di Tol Batang-Semarang, Mobil Tak Mancung Lagi

Baca juga: Disperindagkop Akan Bentuk Koperasi untuk Klasterisasi Kopi Batang

Kesulitan kedua pelajar itu pun sampai terdengar hingga ke telinga Bupati Batang Wihaji.

Untuk mendengar keluh kesah secara langsung, Bupati Wihaji mengundang untuk program podcast ‘Curhat Wihaji’, Jumat (26/3/2021).

Usai program konten podcast yang berlangsung di Kantor Diskominfo Batang, kedua pelajar dikejutkan dengan hadiah berupa laptop dan handphone dari Bupati.

Siva Asalia mengaku tidak menyangka  mendapatkan hadiah yang selama ini diimpikannya.

“Senang sekali dan tidak menyangka dapat laptop dan handphone dari Bupati,” ujarnya.

Ia mengungkapkan dalam pembelajaran daring yang hampir selama 1 tahun mengalami kesulitan karena smartphone milik ayahnya sering dibawa kerja.

“Satu keluarga yang punya smartphone hanya ayah, itu pun dibawa kalau berangkat kerja. 

Jadi selama hampir satu tahun ini ketinggalan materi pembelajaran,” jelasnya.

Hal yang sama juga disampaikan anak buruh penjahit yang duduk di bangku kelas 9 SMPN 3 Blado, Nadia Rasya Kusmawati (14).

Ia yang ditanya oleh Bupati butuhnya apa untuk belajar daring, Nadia pun langsung menjawab tanpa basa basi butuh smartphone.

Baca juga: Rekomendasi Liburan di Sragen, Nikmati Segarnya Waterboom Cuma Rp 10 Ribu Sudah Dapat Makan Gratis

Baca juga: Pembelaan Sule Atas Kritik Netizen yang Sebut Pelawak Baperan Pasca Enggan Diroasting Kiky Saputri

Baca juga: Kunci Jawaban Tema 9 Kelas 5 Halaman 36 37 38 41 42 Subtema 1 Benda-Benda di Sekitar Kita

Baca juga: Misteri Kuburan Lama yang Tanahnya Meninggi Hingga 1,5 Meter, Warga Sebut Nisan Tak Rusak

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved