Breaking News:

Berita Slawi

665 Lansia di Kabupaten Tegal Terima Bantuan Tunai Rp 250 Ribu per Bulan

Sebanyak 665 orang lanjut usia di Kabupaten Tegal mendapatkan bantuan sosial (bansos) tunai jaminan hidup (jadup lansia).

istimewa
Bupati Tegal Umi Azizah, saat memberikan bantuan sosial kepada perwakilan lansia yang berlangsung di Pendopo Kantor Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, Kamis (25/3/2021) lalu. 

Penulis: Desta Leila Kartika 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI – Sebanyak 665 orang lanjut usia di Kabupaten Tegal mendapatkan bantuan sosial (bansos) tunai jaminan hidup (jadup lansia).

Bantuan dari Pemerintah Kabupaten Tegal senilai Rp 250 ribu akan ditransfer melalui rekening virtual Bank Jateng setiap bulan selama satu tahun.

Penyaluran bansos khusus lansia di atas usia 70 tahun tersebut dilakukan secara simbolis oleh Bupati Tegal Umi Azizah, kepada enam orang penerima manfaat di Pendopo Kantor Kecamatan Balapulang, Kamis (25/3/2021) lalu.

Baca juga: Bupati Tegal Umi Azizah: Program Pramuka Peduli Bantu Pembentukan Karakter Pemuda

Baca juga: Romo Agustinus Pasca Bom Bunuh Diri di Makassar: Umat di Tegal Tidak Perlu Takut Ibadah di Gereja

Baca juga: Pemerintah Kota Tegal Ajak Masyarakat dan Daerah Lain Optimalkan Pengelolaan Sampah

Baca juga: Video Pelanggar Parkir di Jalan Pancasila Tegal Kena Tilang Elektronik

Umi mengatakan jika bansos tersebut merupakan komponen Three J, program jaminan sosial Pemkab Tegal yang terdiri dari jaminan rumah, jaminan kesehatan, dan jaminan hidup untuk mengurangi beban pengeluaran warga miskin yang tidak terlayani pendanaan bansos pemerintah pusat maupun provinsi.

Lewat sambutannya, Umi mengungkapkan jika tidak sedikit kelompok lansia dari warga miskin yang masih harus berjuang, bekerja memenuhi kebutuhan pokoknya di usia senja. 

Sementara yang sudah tidak lagi produktif karena keterbatasannya terpaksa mengandalkan belas kasihan tetangga dari lingkungan sekitar karena sudah tidak lagi memiliki saudara. 

Terlebih, lansia di atas usia 70 tahun ini lebih rentan sakit atau mengidap penyakit yang secara langsung mengancam kesehatan tubuh hingga berakibat kematian.

“Karena tidak lagi memiliki keluarga, tentunya mereka tidak bisa mengakses Program Keluarga Harapan (PKH). Sehingga melalui bansos Jadup lansia ini Pemkab Tegal berupaya membantu meringankan beban pengeluarannya, minimal untuk mencukupi kebutuhan dasarnya seperti pangan dan gizi,” kata Umi, dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Sabtu (27/3/2021) lalu.   

Umi mengakui, tidak seluruh lansia terlantar dan non produktif ini dapat terlayani bansos Jadup maupun PKH yang jumlahnya mencapai 7.597 orang. 

Halaman
12
Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: rival al manaf
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved