Breaking News:

BPI Kemendes Dorong Unnes Tingkatkan Penelitian Pengembangan Potensi Desa

Kemendes dorong Unnes tingkatkan penelitian pengembangan potensi desa.

Istimewa
Rektor Unnes, Fathur Rokhman. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sekretaris Badan Pengembangan dan Informasi (BPI), Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Razali AR mendorong perguruan tinggi agar meningkatkan kegiatan penelitian (riset), terutama berkaitan pengembangan potensi desa.

Dikatakannya, pengembangan potensi desa tidak bisa dilakukan secara instan. Diperlukan perencanaan pembangunan, penyusunan kebijakan dan pengembangan daya saing. Agar ini berhasil, perlu peran akademisi termasuk perguruan tinggi.

Hal itu disampaikan Razali dalam webinar bertema "Penguatan Desa Mitra dalam Mendukung Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka", yang digelar Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Semarang (Unnes) secara daring di Semarang, kemarin.

"Kita mendorong agar ada peningkatan riset, khususnya terkait dengan pengembangan potensi desa. Karena pengembangan potensi desa diperlukan peran perguruan tinggi," kata Razali, dalam keterangannya, Senin (5/4/2021).

Menurutnya, riset menjadi pengungkit yang signifikan dalam meningkatkan inovasi dan daya saing. Di satu sisi, berdasarkan data Global Innovation Index (2020), Indonesia masih berada di peringkat ke 85 dari 131 negara.

"Kalau melihat data tersebut, riset kita bisa dibilang masih rendah dan belum mendapat perhatian yang berkelanjutan, padahal riset ini diperlukan untuk mendukung pembangunan bangsa," ujarnya.

Saat ini, perguruan tinggi telah berlomba menjalankan program kampus merdeka. Yang mana dalam implementasinya, di antaranya melibatkan desa sebagai sasaran. Ia mencontohkan, program KKN tematik yang menempatkan mahasiswa di desa-desa, termasuk desa tertinggal dan transmigrasi.

Tak hanya itu saja, Razali mengungkapkan, pertukaran data dan informasi teknologi tepat guna dari perguruan tinggi, juga diperlukan guna menunjang pembangunan desa. Hal itu tak lepas dari pemakaian data hasil penelitian yang dilakukan civitas akademika.

"Melalui KKN misalnya, bisa dilakukan pelatihan kewirausahaan, pendampingan pengelolaan dan manajemen BUMD. termasuk juga pengelolaan sumber daya alam yang ada, sehingga mampu memberikan ide, gagasan dalam mengembangkan potensi yang ada di desa tersebut," tegasnya.

Sementara, Rektor Unnes, Fathur Rokhman memaparkan, di tahun 2020 lalu, Kemendikbud mencetuskan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Hal tersebut pun sudah diterapkan Unnes, di desa mitra kampus.

Halaman
12
Penulis: m zaenal arifin
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved