Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Arab Saudi Beri Izin Umrah Jemaah Sudah Vaksin Covid-19

Otoritas Arab Saudi memastikan hanya memberikan izin kepada orang yang sudah divaksin covid-19 untuk melakukan umrah, dimulai dari awal Ramadan.

Editor: Vito
AFP/HANDOUT/SPA
ilustrasi - Umat Muslim melakukan lempar jumrah dengan penerapan protokol kesehatan di Jembatan Jamarat, dalam rangkaian ibadah haji di Mina, Arab Saudi, Jumat (31/7/2020). Pelaksanaan haji yang istimewa tahun ini di tengah pandemi Covid-19 hanya diikuti sekitar 1.000 jemaah, dengan protokol kesehatan yang ketat. 

TRIBUNJATENG.COM, RIYADH - Otoritas Arab Saudi memastikan hanya memberikan izin kepada orang yang sudah divaksin covid-19 untuk melakukan umrah sepanjang tahun ini, dimulai dari awal Ramadan.

Dalam pernyataannya pada Senin (5/4), Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menerangkan, ada tiga kategori orang akan dianggap telah divaksin, dan berhak mendapatkan izin umrah, serta menghadiri shalat di Masjidil Haram di kota suci Mekkah.

Tiga kategori itu pertama, mereka yang telah menerima dua dosis vaksin. Kedua, mereka yang diberikan dosis tunggal setidaknya 14 hari sebelumnya. Terakhir adalah orang-orang yang telah pulih dari infeksi covid-19.

Kebijakan tersebut secara efektif akan meningkatkan kapasitas operasional Masjidil Haram selama Ramadan, bulan suci puasa bagi umat Islam. Kondisi itu juga berlaku untuk masuk ke Masjid Nabawi di kota suci Madinah.

Kementerian Saudi menegaskan, kebijakan itu berlaku sebagai syarat umrah 2021 pada Ramadan, akhir bulan ini. Akan tetapi, tidak jelas berapa lama itu akan berlangsung.

Tidak jelas juga apakah kebijakan yang muncul di tengah meningkatnya infeksi virus corona di negara kerajaan itu akan diperpanjang hingga haji tahunan akhir tahun ini.

Arab Saudi telah melaporkan lebih dari 393.000 infeksi virus corona dan 6.700 kematian akibat covid-19.

Kementerian Kesehatan Kerajaan Saudi menyatakan telah memberikan lebih dari 5 juta dosis vaksin virus corona, di negara dengan populasi lebih dari 34 juta itu.

Pengumuman itu muncul setelah Raja Salman mengganti Menteri Haji bulan lalu. Tepatnya, kurang dari setahun setelah kerajaan menjadi tuan rumah haji dengan jumlah jemaah terkecil dalam sejarah modern, akibat pandemi.

Mohammad Benten dibebastugaskan dari jabatannya dan digantikan oleh Essam bin Saeed, menurut keputusan kerajaan yang diterbitkan oleh Saudi Press Agency (SPA), melansir AFP.

Pada akhir Juli tahun lalu, kerajaan itu menyelenggarakan haji dengan jumlah yang dirampingkan. Hanya setidaknya 10.000 warga Muslim Arab Saudi yang diizinkan untuk ambil bagian. Jumlahnya jauh dari 2,5 juta umat Muslim dari seluruh dunia yang berpartisipasi pada 2019.

Tidak jelas berapa banyak jemaah yang diizinkan untuk haji tahun ini. Menurut surat kabar Okaz yang pro-pemerintah, hanya jemaah yang divaksinasi yang akan diizinkan tahun ini.

Dalam relaksasi pembatasan virus corona Oktober lalu, Arab Saudi membuka Masjidil Haram untuk pertama kalinya dalam tujuh bulan, dan sebagian melanjutkan umrah.

Pihak berwenang mengatakan, umrah akan diizinkan untuk kembali ke kapasitas penuh setelah ancaman pandemi mereda. (Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved