Rabu, 15 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Beria Duka

Berita Duka, Penyair Umbu Landu Paranggi Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari dunia Sastra Indonesia. Penyair besar Indonesia, Umbu Landu Paranggi berpulang.

Editor: rival al manaf
Istimewa
Umbu Landu Paranggi. Penyair besar Indonesia, Umbu Landu Paranggi meninggal dunia, Selasa 6 April 2021 pagi di RS Bali Mandara, Denpasar, Bali. 

TRIBUNJATENG.COM, DENPASAR - Kabar duka datang dari dunia Sastra Indonesia.

Penyair besar Indonesia, Umbu Landu Paranggi berpulang.

Umbu meninggal dunia pada Selasa, 6 April 2021 pagi di RS Bali Mandara, Denpasar, Bali.

Baca juga: Hanya Jemaah yang Sudah Divaksin Covid-19 Diizinkan Umrah ke Mekkah

Baca juga: Sinopsis Cell Bioskop Trans TV pukul 21.30 WIB John Cusack Hadapi Wabah Misterius

Baca juga: Dicabuli Kakeknya Delapan Kali, Gadis 7 Tahun Akhirnya Meninggal Karena Infeksi di Organ Intim

Baca juga: Klasemen MotoGP 2021, Duo Yamaha Kejar Pramac Racing, Valentino Rossi di Posisi Berapa?

Penyair Wayan Jengki Sunarta, ketika dikonfirmasi mengatakan Umbu meninggal pukul 03.55 Wita.

"Saya di sini dari kemarin siang. Sekarang masih menunggu kedatangan keluarganya," katanya.

Jengki menuturkan Umbu mulai dirawat di RS sejak Sabtu, 3 April 2021.

"Indonesia kembali kehilangan putra terbaiknya di bidang sastra," kata Jengki.

Umbu Wulang Landu Paranggi lahir di Sumba, Nusa Tenggara Timur, 10 Agustus 1943.

Ia dijuluki sebagai Presiden Malioboro.

Tahun 1975 Umbu Landu Paranggi meninggalkan Yogya dan kemudian bermukim di Denpasar, Bali.

Di Bali ia melahirkan banyak sastrawan dan dianggap sebagai Mahaguru.

Mengutip Artikel Tribun Bali berjudul Bali Beruntung Memiliki Umbu tayang 31 Oktober 2020, budayawan asal Jombang, Jawa Timur, Emha Ainun Najib pada diskusi sastra Jatijagat Kampung Puisi, Rabu 29 Oktober 2014 mengaku lega setelah berjumpa Umbu Landu Paranggi.

Cak Nun, begitu ia biasa disapa, hadir ke acara di Jalan Cok Agung Tresna, Denpasar itu setelah menjenguk penyair Umbu Landu Paranggi di RSUP Sanglah.

Budayawan yang tahun 2014 silam berusia 61 tahun itu mengenakan kemeja putih dengan lengan tergulung hingga menyentuh siku.

Duduk di atas karpet merah, Cak berbicara dalam diskusi sastra yang diadakan komunitas pegiat puisi Jatijagat Kampung Puisi.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved