Sabtu, 18 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Nasional

Jokowi Mengingatkan, Pemerintah Akan Tindak Tegas Intoleransi, Dorong Moderasi Beragama

Presiden Joko Widodo mengajak masyarakat mengedepankan toleransi. Ia menyebut, pemerintah akan bersikap tegas terhadap segala bentuk intoleransi di T

Editor: m nur huda
Tribunnews/JEPRIMA
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengenakan pakaian adat Sasak NTB saat menyampaikan Pidato Kenegaraan pada Sidang Bersama DPR dan DPD RI Tahun 2019 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (16/8/2019). Pada pidatonya tersebut Jokowi menyampaikan izinnya untuk memindahkan Ibu Kota dari Jakarta ke Kalimantan. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengajak masyarakat mengedepankan toleransi.

Ia menyebut, pemerintah akan bersikap tegas terhadap segala bentuk intoleransi di Tanah Air.

"Beberapa kali sudah saya sampaikan di setiap sambutan, pemerintah akan bersikap tegas terhadap segala bentuk intoleransi yang bisa merusak sendi-sendi kebangsaan kita," kata Jokowi saat membuka Musyawarah Nasional IX Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (7/4/2021).

Menurut Jokowi, sikap toleran merupakan sebuah keharusan.

Baca juga: Peletakan Batu Pertama Gedung Nursing Center di Kudus, Hartopo Harap Perawat Solid

Baca juga: Ngamuk Saat Karaoke di Semarang, Pria Jotos Pemandu Lagu Asal Mranggen hingga Luka

Baca juga: Kecelakaan di Solo Libatkan 3 Mobil & Satu Truk, Pengemudi: Mau Putar Balik Tiba-tiba Ditabrak

Baca juga: Eksepsi Habib Rizieq Ditolak Lagi, Kali Ini Kasus RS UMMI, Hakim Perintahkan Pemeriksaan Menyeluruh

Apalagi, Indonesia terdiri dari beragam perbedaan, mulai dari suku, ras, hingga agama.

Oleh karenanya, penting untuk saling menghargai segala perbedaan, termasuk perbedaan keyakinan, saling menghormati, dan belajar dari orang lain.

Dengan demikian, tercapai kesamaan sikap saling menghormati.

Sebaliknya, menurut Jokowi, jika masyarakat bersikap tertutup dan eksklusif, intoleransi akan meningkat.

Sikap tersebut, kata dia, tidak sesuai dengan Bhinneka Tunggal Ika karena akan merusak sendi-sendi kebangsaan.

Baca juga: Antisipasi Radikalisme Mestinya Tak hanya Deklarasi

Oleh karenanya, Jokowi meminta masyarakat menghindari praktik-praktik keagamaan yang eksklusif.

"Karena sikap ini pasti akan memicu penolakan-penolakan dan akan menimbulkan pertentangan pertentangan," ujarnya.

Jokowi mengaku, pemerintah akan terus berupaya untuk mendorong moderasi beragama.

Ia menyebut, sikap-sikap yang tidak toleran apalagi yang disertai dengan kekerasan fisik maupun verbal, harus hilang dari Tanah Air.

"Sikap keras dalam beragama yang menimbulkan perpecahan dalam masyarakat tidak boleh ada di negeri kita yang kita cintai ini," katanya.

Jokowi menyebut, masyarakat harus berpedoman pada ajaran keagamaan yang sejuk, ramah, dan mengedepankan toleransi, serta menjauhi sikap tertutup dan eksklusif.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved