Breaking News:

Liga Inggris

Manchester City Rugi Rp 2,5 Triliun karena Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 membuat Manchester City menelan kerugian mencapai 126 juta poundsterling atau setara 2,5 triliun.

Editor: M Syofri Kurniawan
Kompas.com/Istimewa
Para pemain Manchester City merayakan gol mereka ke gawang Sheffield United di Bramall Lane, Sabtu (31/10/2020).(twitter.com/ManCity) 

 
Sesuai aturan Financial Fair Play (FFP), pendapatan klub pada musim 2019-2020 dan 2020-2021 akan digabung dalam satu periode laporan keuangan.

Man City pun berharap pendapatan mereka bisa meningkat pada musim ini.

Dengan demikian, total kerugian yang mereka derita selama dua musim terakhir tidak akan lebih dari 60 juta poundsterling atau setara Rp 1,19 triliun per tahun.

Manajemen Man City pun masih optimistis kondisi keuangan klub raksasa Inggris itu masih cukup kuat dan tidak terpengaruh pada pandemi Covid-19.

"Klub secara fundamental kuat, dengan pemegang saham yang berkomitmen dan aset signifikan, dibangun dengan hati-hati selama lebih dari satu dekade dan di atas sejarah lebih dari satu abad," kata CEO Man City, Khaldoon Al Mubarak.

"Pendekatan jangka panjang kami berarti bahwa kami tidak sepenuhnya bergantung pada arus pendapatan yang kini rentan terdampak Covid-19."

Meski merugi, Man City juga diyakini masih memiliki cukup uang untuk berbelanja pemain pada bursa transfer musim panas ini.

Di Liga Inggris musim ini, penampilan The Citizens pun cukup mulus.

Skuad asuhan Pep Guardiola itu masih memimpin klasemen Liga Inggris dengan koleksi 74 poin atau unggul 14 angka atas Man United.

Man City juga baru saja memenangi laga leg pertama perempat final Liga Champions melawan Borussia Dortmund pada Rabu dini hari WIB. (*)

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved