Berita Internasional
Mahkota Ratu Kecantikan Sri Lanka Dikembalikan Setelah Sempat Dicopot Paksa karena Dituduh Cerai
Mahkota Pushpika dilepas paksa oleh juara tahun lalu, yang menduga dia sudah cerai dan tak pantas menyandang titel.
TRIBUNJATENG.COM, COLOMBO - Mahkota Pushpika de Silva, pemenang kontes ratu kecantikan Sri Lanka, sempat dicopot paksa karena wanita itu diduga bercerai.
Mahkota tersebut akhirnya dikembalikan.
Mahkota Pushpika dilepas paksa oleh juara tahun lalu, yang menduga dia sudah cerai dan tak pantas menyandang titel.
Baca juga: Inilah Sosok Sierra Istri Siri Prof Muradi Pejabat BUMN: Didekati Saat Jadi Pemandu Lagu
Baca juga: Modus Calon Kakek Cabuli Menantunya yang Hamil dengan Tawakan Pijatan, Setelah Tertidur HW Beraksi
Baca juga: Bayu Dukun Cabul Kendal Setubuhi Gadis Teman Anaknya hingga 10 Kali, Jika Menolak Akan Disantet
Baca juga: Saat Istrinya Melayani Pria Hidung Belang, AH Justru Duduk Menyaksikan Sambil Menyemangati
Insiden yang berlanjut pertengkaran di atas panggung pada Minggu (4/4/2021) itu membuat Pushpika terluka di kepala, dan ia akan mengajukan tuntutan hukum.
Pushpika akhirnya dinobatkan kembali sebagai "Nyonya Sri Lanka" dalam seremoni yang lebih kecil pada Selasa (6/4/2021).
"Saya memaafkan semua orang yang terlibat dalam insiden ini," kata de Silva dengan emosional kepada wartawan, dikutip dari AFP pada Rabu (7/4/2021).
"Jika ada yang berpikir mereka bisa menghalangi saya dengan melakukan hal semacam ini, mereka tidak akan berhasil. Saya wanita tangguh."
Pushpika melanjutkan, dia akan menempuh jalur hukum untuk menuntut juara bertahan yang melepas paksa mahkotanya, Caroline Jurie.
Jurie secara paksa mencopot mahkota Pushpika di atas panggung dalam puncak acara. Ia berkata, Pushpika sudah bercerai dan tidak memenuhi syarat untuk menang.
Untuk meraih gelar Nyonya Sri Lanka, kontestan harus sudah menikah. Pushpika mengklaim dia berpisah dengan suaminya, tapi secara resmi masih berstatus istri.
Panitia mengatakan, mereka meminta ganti rugi dari Jurie atas kerusakan di panggung dan ruang ganti di belakang panggung yang cerminnya pecah.
"Kami juga mengadakan penyelidikan," kata pemegang franchise acara tersebut, Chandimal Jayasinghe.
Jurie yang menyandang titel Mrs World, oleh panitia juga dituduh merusak reputasi acara Mrs Sri Lanka.
Acara penganugerahan gelar Mrs Sri Lanka disiarkan langsung di media sosial.
Chandimal Jayasinghe melanjutkan, mereka sangat kecewa dan menyayangkan perilaku Jurie.