Berita Klaten
Pesilat Remaja di Klaten Tewas karena Dipukuli dengan Tongkat Rotan saat Latihan
"Kami amankan tongkat rotan yang digunakan instruktur silat untuk memukuli peserta ketika latihan,"
TRIBUNJATENG.COM, KLATEN - Kasus kematian pesilat remaja asal Klaten, Jawa Tengah, MRS (15), menemui titik terang.
Polisi menyita barang bukti berupa tongkat rotan pramuka.
Alat tersebut ternyata dipakai untuk memukuli peserta silat ketika latihan.
Baca juga: Kode Redeem ML Mobile Legends Terbaru Jumat 9 April 2021, Lengkap dengan Cara Tukar
Baca juga: Tarif Listrik Bakal Naik, Ini Besaran Kenaikan Tagihan Pelanggan 900 VA dan 1300 VA
Baca juga: Polisi Tantang Siapapun yang Komentar Soal Tewasnya 6 Laskar FPI Jadi Saksi
Baca juga: Panca Borong Solar Bersubsidi, Dijual Harga Nonsubsidi di Semarang: Dibantu Oknum Polisi
"Kami amankan tongkat rotan yang digunakan instruktur silat untuk memukuli peserta ketika latihan," ungkap Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Andriyansyah Rihats Hasibuan, Rabu (7/4/2021), seperti ditulis Tribun Solo.
Andriyansyah mengatakan, ia mengamankan barang bukti lainnya seperti pakaian korban, hasil koordinasi dengan tim forensik, dan kendaraan bermotor
"Semua barang tersebut kami amankan dan kami jadikan BB," kata Adriyansyah.
Dia menjelaskan, dari hasil pemeriksaan polisi, pada saat latihan ada beberapa kontak fisik terhadap korban di bagian dada dan punggung.
"Pada saat kontak fisik mereka menggunakan rotan," tutur Andriyansyah.
Dia mengatakan, seluruh tersangka akan dijerat Pasal 80 ayat 2 dan 3 UU 35/2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman selama 15 tahun penjara.
Lantaran ancamannya seperti itu, tiga tersangka dewasa langsung ditahan.
Sedangkan untuk 3 tersangka yang masih di bawah umur tidak dilakukan penahanan.
"Kami akan agendakan tahapan rekontruksi bersama-sama tim jaksa penuntut umum (JPU)," ujarnya.
Mengeluh nyeri
Keluarga MRS, remaja yang tewas dalam sebuah latihan silat di Palar, Klaten, Minggu (4/4/2021) lalu menceritakan perubahan yang dialami MRS setelah ikut latihan silat
Dona Hendrawan (27), kakak Ipar korban mengaku, MRS sempat mengeluh sakit usai latihan.