Breaking News:

Berita Jateng

APTRI Desak Pemerintah Naikkan HPP dan HET Gula Petani

Ada 10 rekomendasi untuk pemerintah dari Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang digelar baru-baru ini

Tribun Jateng/ Mamdukh Adi
Pengurus APTRI bersama Menteri Perdagangan usai Rakernas beberapa waktu lalu.ist 

Pennulis: Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Ada 10 rekomendasi untuk pemerintah dari Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang digelar baru-baru ini.

Rekomendasi ini dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani tebu dan mewujudkan swasembada gula yang berdaya saing di Indonesia.

Fokus utama dalam rekomendasi untuk pemerintah yakni desakan untuk meningkatkan harga acuan gula tani atau harga patokan gula petani (HPP) dan harga eceran tertinggi (HET) gula tani.

"Harga acuan gula tani Rp 9.100 perkilogram dan HET gula Rp 12.500 perkilogram, sudah 6 tahun tidak naik," kata Ketua Umum APTRI, Soemitro Samadikoen dalam pernyataan tertulisnya, Selasa (13/4/2021).

Dikatakan HPP tersebut masih jauh di bawah Biaya Pokok Produksi (BPP) yang saat saat ini sebesar Rp 11.000 perkilogram.

Menurutnya, HET Rp 12.500 perkilogram membuat pedagang sering menekan harga ke petani karena batasan HET tersebut terlalu rendah mendekati biaya pokok produksi (BPP) gula tani.

Sehingga margin untuk distribusi dirasa sangat mepet, akibatnya harga gula tani yang ditekan.

"Untuk itu, APTRI mengusulkan kepada Menteri Perdagangan menaikkan HPP gula tani sebesar Rp 11.500 perkilogram. Dengan asumsi ada keuntungan yang wajar dari usaha tani tebu selama setahun," ucapnya.

Usulan HPP tersebut dinilai juga tidak memberatkan kepada konsumen.

Halaman
12
Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: rival al manaf
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved