Berita Nasional
Bima Arya Terlibat Debat Panas dengan Rizieq Shihab tentang Siapa yang Bohong soal Hasil PCR
Perdebatan pun memanas. Baik Rizieq maupun Bima kemudian menuding satu sama lain dengna kata 'bohong'.
Sebagai Wali Kota sekaligus Ketua Satgas Covid-19 Kota Bogor, Bima mengaku tidak pernah menerima langsung hasil swab test PCR Rizieq.
RS Ummi tak kooperatif
Karena itu, Bima menyatakan RS Ummi tidak kooperatif terkait hasil tes usap Rizieq.
"Apabila sejak awal pihak rumah sakit kooperatif, persidangan ini tidak perlu ada," tukas Bima.
Dia pun merasa pihaknya di Satgas Covid-19 Bogor merasa dihalang-halangi oleh pihak rumah sakit.
"Merasa terhalangi karena tidak ada kejelasan terhadap seluruh tahapan protokol kesehatan penanganan COVID-19," lanjutnya.
Pernyataan Andi Tatat kepadanya soal Rizieq melakukan tes PCR tanpa sepengetahuan rumah sakit, menurut Bima, adalah bukti pelanggaran.
"Tiba-tiba dikabari bahwa sudah dilakukan 'swab' dan Andi Tatat mengaku hal itu dilakukan tanpa koordinasi. Saya menegur mana mungkin kepala rumah sakit tidak tahu kejadian di rumah sakitnya," terangnya.
Rizieq pertanyakan sikap Bima soal tes usap
Mendengar kesaksian Bima, Rizieq pun berulang kali mencecar dengan pernyataan dan pertanyaan.
Hal pertama yang Rizieq cecar adalah alasan mengapa Bima tidak mengambil langkah kekeluargaan soal tes usap dirinya.
Menurut Rizieq, banyak kenalannya yang bisa menjembatani untuk membahas persoalan tersebut secara kekeluargaan.
"Jadi artinya kenapa pintu-pintu ini tidak digunakan untuk kita bisa kekeluargaan? Kenapa enggak maksimal pendekatan kekeluargaan?" tanya Rizieq.
"Tadi Anda bilang Habib Hanif kooperatif, Habib Hanif baik sering ketemu ngobrol artinya pintu itu ada, siapa yang menghalangi Anda tidak melakukan kekeluargaan ini," lanjutnya.
Rizieq menekankan, hasil tesnya kala itu masih dalam pemeriksaan tim MER-C, bukan karena dirinya atau RS Ummi merahasiakan.