Breaking News:

Kecelakaan

1521 Orang Tewas di Jalan Karena Kecelakaan di Jateng dalam 6 Bulan Terakhir

Angka kecelakaan pada semester II periode Juli sampai dengan Desember 2020 di Wilayah hukum Polda Jateng menurun.

Istimewa
Kecelakaan pemotor terlindas truk LPG di Plaju. (facebook) 

Penulis Rahdyan Trijoko Pamungkas

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Angka kecelakaan pada semester II periode Juli sampai dengan Desember 2020 di Wilayah hukum Polda Jateng menurun.

Berdasarkan data dari  Subditgakkum Ditlantas Polda Jateng dalam periode Juli sampai dengan Desember 2020 di Wilayah hukum Polda Jateng terdapat 9423 kejadian laka lantas , 1521 korban meninggal dunia, 26 korban luka berat, 10.869 korban luka ringan serta kerugian material Rp6.914.600.000.  

Serdik Sespimmen Polri, Kompol Hary Ardianto mengatakan angka kecelakaan pada semester II tahun 2020 menurun dibanding semester I tahun  2020.

Semester I 2020 angka kejadian laka lantas 10.838 perkara, sementara  semester II 2020 turun menjadi 9.423 perkara, atau kurang lebih menurun 13 persen.

Baca juga: Kecelakaan Adu Banteng antar Dua Sepeda Motor, Satu Pengendara Tewas Seketika

Baca juga: Kronologi Kecelakaan Mobil Pikap Tabrak Angkringan di Semarang, AKBP Sigit: Korban 4 Orang

Baca juga: Fakta Baru Kecelakaan Bus Gumarang Jaya Tabrak Siswa SD, Korban Meninggal Bertambah Jadi 4 Murid

"Hal ini atas upaya-upaya yang dilakukan Polri khususnya Ditlantas Polda Jateng, dengan stakeholder terkait, serta meningkatnya kesadaran dalam tertib berlalulintas masyarakat atau pengguna jalan untuk selalu tertib berlalulintas sehingga jumlah kecelakaan menurun," jelasnya, dari rilis diterima tribun jateng, Sabtu (17/4/2021).

Lanjutnya, dari data tersebut jumlah kemantian akibat kecelakaan pada semester II juga mengalami penurunan 13 persen.

Pada semester I jumlah kematian akibat kecelakaan mencapai 1.757 jiwa, dan pada semester dua turun menjadi 1.521 jiwa.

Meski mengalami penurunan tetap saja mengkhawatirkan, dan harus dicari solusinya untuk  menurunkan angka kecelakaan dan fatalitas korban meninggal dunia.

"Kalau dibikin rata-rata, kurang lebih ada 52 kejadian kecelakaan per hari, atau setiap hari ada 8 orang yang meninggal dunia," tuturnya.

Ia menuturkan faktor penyebab tingginya kematian yang tidak disadari masyarakat yang terjadi disebabkan tidak tertibnya berlalulintas.

Baca juga: Ibu dan Anak Tewas dalam Kecelakaan Beruntun 7 Kendaraan di Padang, 2 Mobil Masuk Jurang

Baca juga: Kecelakaan Maut Truk Rem Blong Tabrak 4 Kendaraan di Sitinjau Lauik, Korban Terpental Masuk Jurang

Baca juga: Kecelakaan Maut Truk Rem Blong Tabrak 4 Kendaraan di Sitinjau Lauik, Korban Terpental Masuk Jurang

Pihaknya menghimbau kepada masyarakat atau penguna jalan  selalu patuh terhadap aturan perlalulintasan yang ada dan selalu tertib, disiplin serta toleransi dalam berkendara di jalan.

"Jangan lupa sebelum berkendara, harus mempersiapkan kondisi kendaraan dalam keadaan yang prima dan kesiapan fisik dari pengendara serta surat surat kendaraan seperti SIM dan STNK," tandasnya. 

Tags
Kecelakaan
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: rival al manaf
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved