Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kim Jong Un Perintahkan Kesiapan Senjata Nuklir untuk Perang

Pemimpin Korut Kim Jong Un disebut sudah memerintahkan agar senjata nuklirnya siap perang DAN siap menerima perintah kapan pun.

Editor: Vito
KCNA via REUTERS
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un 

TRIBUNJATENG.COM, PYONGYANG - Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un disebut sudah memerintahkan agar senjata nuklirnya siap perang.

Dalam perintah kepada para petinggi militernya, Kim meminta mereka untuk siap menerima perintah kapan pun.

Sumber internal Pyongyang mengungkapkan, arahan itu sudah diberikan pekan lalu, dengan pasukan sudah bersiaga.

Perintah dari Kim Jong Un itu muncul sebelum Korut merayakan hari ulang tahun mendiang kakeknya, Kim Il Sung, pada 15 April.

Sumber itu menuturkan, perintah itu terbilang mengejutkan. Sebab, arahan itu datang saat publik merayakan kelahiran Kim pertama.

Diberitakan The Sun, sumber itu mengatakan, uji coba rudal balistik jarak pendek bisa digelar dalam beberapa pekan mendatang.

Situs pemantau Pyongyang 38North merilis citra satelit, menunjukkan misil yang baru dimodifikasi berada di galangan kapal pekan ini.

Pada Maret, Korut sudah menembakkan rudal jarak pendek ke Laut Jepang dan Laut Kuning, tes pertama di era Presiden AS Joe Biden.

Dewan Keamanan PBB sudah meralang Korut menguji coba rudal, tetapi negara tersebut sering melanggarnya.

Karena itu, terdapat kekhawatiran kalau negara itu tengah merampungkan program senjata nuklir, dan begitu maju di bidang militer.

Kekhawatiran bisa dimaklumi jika menilik laporan lembaga think tank bernama Asan Institute for Policy Studies.

Diwartakan Daily Mirror Sabtu (17/4), Korut akan punya 200 senjata nuklir dan puluhan rudal balistik antar-benua di 2027.

Laporan itu juga menyebutkan bagaimana AS dan Korsel tidak siap dengan kemajuan teknologi perang Korut.

Disebutkan juga bahwa upaya mereka membendung pengembangan teknologi melalui serangkaian sanksi telah gagal.

Lembaga itu menjelaskan, Kim Jong Un bakal mempunyai persenjataan yang cukup untuk menguasai Semenanjung Korea.

Karena itu, baik AS dan "Negeri Ginseng" membutuhkan pertahanan yang solid untuk membendung potensi serangan Pyongyang. (Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved