Berita Pekalongan
Rembug Stunting, Bupati Asip : Stunting di Kabupaten Pekalongan Menurun
Stunting menjadi istilah yang cukup populer akhir-akhir ini, karena berkaitan dengan kualitas hidup manusia.
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: rival al manaf
Penulis : Indra Dwi Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Stunting menjadi istilah yang cukup populer akhir-akhir ini, karena berkaitan dengan kualitas hidup manusia.
Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang dialami oleh anak-anak yang disebabkan oleh gizi buruk, kemudian infeksi berulang, stimulasi psikososial yang tidak memadai.
"Seorang anak dianggap stunting, jika tinggi badannya berada di bawah standar deviasai di bawah standar ukuran anak," ungkap Bupati Pekalongan Asip Kholbihi usai menghadiri acara Rembug Stunting di aula lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan, Selasa (20/4/2021).
Baca juga: Video Tebing 5 Meter di Kandangserang Pekalongan Longsor Timpa Rumah
Baca juga: Tebing Setinggi 5 Meter di Kandangserang Pekalongan Longsor dan Timpa Rumah
Baca juga: Jadwal Imsak & Buka di Kota Pekalongan, Hari Ke-8 Ramadhan Selasa 20 April 2021
Menurutnya, angka stunting di Kabupaten Pekalongan berangsur turun. Dibanding tahun 2019, angka stunting turun 5,62 % pada 2020.
"Tahun 2019 angka stunting masih berada di 21,43 %. Kemudian turun pada 2020 menjadi 15,81 %."
"Tahun lalu sebanyak 1.631 dari 10.316 anak stunting atau 15,81 %. Ini turun dibanding 2019," ujarnya.
Di hadapan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Asip mengajak semuanya bekerja menurunkan angka itu pada tahun ini.
"Bukan hanya oleh Dinas Kesehatan yang bekerja, tetapi semua opd juga ikut bekerja menurunkan stunting."
"Sebab, stunting merupakan masalah multidimensional, yang perlu melibatkan banyak sektor dalam penyelesaiannya," imbuhnya.
Baca juga: Pemkot Pekalongan Siapkan Sejumlah Skenario Antisipasi Pemudik Dini
Baca juga: Sopir Travel Jadi Otak Pencurian Spesialis Kain dan Gamis di Pekalongan: Buat Persiapan Lebaran
Pihaknya juga mengapresiasi kerja puskesmas-puskesmas dalam upaya penurunan angka stunting.
Tercatat, ada tiga puskesmas terbaik dalam hal itu. Yakni Puskesmas Kesesi 1, Paninggaran, dan Bojong 1.
"Semoga penghargaan ini bisa memotivasi puskesmas yang lain," tambahnya. (Dro)
TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :