Breaking News:

Berita Salatiga

Sepekan Ramadhan, Penjual Peci di Salatiga Masih Sepi Pembeli

Sore itu, matahari belum condong ke barat. Seperti hari-hari biasanya Bahar (63) warga Kelurahan Tingkir Lor, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga.

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: rival al manaf
Tribun Jateng/ M Nafiul Haris
Bahar saat berjualan pecis di Pasar Tiban Ramadhan Komplek Pasar Cengek, Tingkir, Salatiga, Selasa (20/4/2021) 

Penulis: M Nafiul Haris

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Sore itu, matahari belum condong ke barat. Seperti hari-hari biasanya Bahar (63) warga Kelurahan Tingkir Lor, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga tengah bersiap menjajakan barang dagangan di Pasar Tiban Ramadhan

Memasuki sepekan Ramadan ia yang rutin setiap tahun memanfaatkan momen Ramadan untuk berjualan perlengkapan busana muslim terutama pecis dan sarung di Komplek Pasar Cengek Jalan KH Ahmad Dardiri itu mengaku sepi pembeli. 

"Sepi mas, sudah tidak seperti dulu lagi. Ini sudah seminggu belum semuanya terjual. Beda pokoknya dengan tahun-tahun lalu," terangnya kepada Tribunjateng.com, Selasa (20/4/2021).

Baca juga: Kasus Covid-19 Meningkat, PTM SMP di Salatiga Ditunda

Baca juga: Jozeph Paul Zhang Diduga Miliki KTP Salatiga, Disdukcapil Telusuri Dokumennya

Baca juga: Viral Joseph Paul Zhang Ngaku Nabi ke-26 Diduga Pernah Tinggal di Salatiga Jawa Tengah

Bahar bercerita, selama berjualan aneka macam keperluan Ramadan sejak tahun 1975 pada lokasi yang sama kali ini minat pembeli benar-benar sepi. Dia tidak tahu penyebab pasti dagangannya kurang diminati. 

Meski begitu dia tidak menampik adanya pandemi virus Corona (Covid-19) sehingga orang lebih banyak menghabiskan waktu dirumah sembari menunggu berbuka puasa turut berpengaruh. 

"Yang pasti wabah Covid-19 ini mempengaruhi. Dahulu, setiap menjelang waktu berbuka pasar tiban ramai pengunjung, sekarang sangat berkurang. Apalagi petugas kepolisian rutin operasi masker," katanya

Dia mengatakan, pada periode Ramadan tahun sebelum datangnya pandemi memasuki sepekan Ramadan Bahar dapat meraup keuntungan sekira Rp 3 juta. 

Dirinya menegaskan, memilih bertahan berjualan pecis dan sarung meski kondisi sepi karena hanya keterampilan berdagang yang dimilikinya. 

"Alasan saya bertahan meski susah, ya itu bakat saya dan berjualan ini meneruskan orangtua," tuturnya

Bahar berharap, sampai hari ke 20 Ramadan nanti keajaiban menghampirinya. Barang yang ditawarkan dapat terjual sebagaimana dahulu kala mencapai tiga kodi atau 60 biji pecis diborong pembeli.

Baca juga: Deteksi Covid-19, Terminal Tingkir Salatiga Berlakukan Tes GeNose 

Baca juga: Tak Maksimal Layani Masyarakat, Wali Kota Yuliyanto Copot 8 ASN di Salatiga

Baca juga: Kedai Langsep Macanan Salatiga, Tawarkan Menu Buka Puasa Khas Timur Tengah

Jika tidak, lanjutnya minimal setengahnya atau sekira dua kodi setara 40 biji pecis maupun sarung terjual dengan harapan meraih omzet senilai Rp 1,5 juta. 

"Kalau terwujud uangnya buat Lebaran, membeli aneka macam kebutuhan. Untuk pecis yang saya jual mulai Rp 30-60 ribu," harapnya (ris) 

Berita lainnya tentang Salatiga

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved