Jozeph Paul Zhang
Youtuber Jozeph Paul Zhang si Nabi Jadi-jadian Ternyata Alumni SMAN 1 Tegal, Ada Foto Pas Reunian
Youtuber Jozeph Paul Zhang yang memiliki nama asli Shindy Paul Soerjomoeljono, sedang menjadi perhatian masyarakat Indonesia.
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: Daniel Ari Purnomo
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad
TRIBUNJATENG.COM,TEGAL- Youtuber Jozeph Paul Zhang yang memiliki nama asli Shindy Paul Soerjomoeljono, sedang menjadi perhatian masyarakat Indonesia karena mengaku sebagai nabi ke-26.
Dia kini telah ditetapkan sebagai tersangka perkara penistaaan agama dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Setelah ditelusuri, Jozeph Paul Zhang ternyata pria kelahiran Banjaran, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, pada 31 Agustus 1974.
Dia mengenyam pendidikan di SMA Negeri 1 Kota Tegal.
Kemudian setelah itu melanjutkan pendidikan tinggi di UKSW Salatiga.
Ketua Ikatan Alumni SMAN 1 (Ikasma) Kota Tegal, Tafakurrozak membenarkan, bahwa Jozeph Paul Zhang merupakan alumni dari SMA Negeri 1 Kota Tegal.
Paul adalah alumni angkatan 1993.
Rozak mengatakan, informasi dari teman seangkatannya, semasa sekolah, Paul merupakan siswa yang biasa-biasa saja.
Pemikiran masih linier dan tidak ada indikasi yang memperlihatkan kebencian terhadap Islam.
Barulah pada 2017, teman-teman seangkatannya merasa ada yang berbeda dari Paul.
Dia mengajak ngobrol teman-temannya dengan pembahasan yang cenderung menyerang agama Islam.
"Nah di situ teman-temannya kaget. Dia mulai menyerang Islam. Ya pemikirannya tidak linier lagi, jadi non liner," kata Rozak, alumni SMAN 1 Tegal angkatan 1989, kepada tribunjateng.com, Rabu (21/4/2021).
Rozak mengatakan, teman-teman seangkatannya menduga, Paul menjadi aneh setelah mengenyam perguruan tinggi.
Paul diduga salah pergaulan.
Dia salah bergaul dan mendapatkan doktrin-doktrin yang salah.
"Pergaulannya, kehidupannya, setelah kuliah itu 360 derajat berbeda. Bahkan teman-temannya yang sama-sama Kristen, bilang dia seperti orang stres atau sakit jiwa," ungkapnya.
Rozak mengatakan, ia pribadi merasa prihatin atas sikap Paul yang telah meresahkan masyarakat.
Ia mewakili alumni SMAN 1 Tegal lainnya mendukung kepolisian untuk menangkap tersangka Jozeph Paul Zhang.
Rozak menilai, Paul harus mempertanggungjawabkan ucapannya yang sudah memecah belah kerukunan umat beragama di Indonesia.
Apalagi dia telah mengaku sebagai nabi ke-26.
Hal itu bertentangan dengan umat Islam yang mengakui bahwa nabi terakhir adalah Nabi Muhammad SAW.
"Kami mengutuk keras dan mendukung agar segera dilakukan pencarian dan penangkapan. Langsung dibawa ke Jakarta dan dipertanggungjawabkan dengan hukum Indonesia," tegasnya.
Sementara data yang tribunjateng.com dapatkan dari arsip SMAN 1 Tegal, tersangka bernama asli Shindy Paul Soerjomoelyono.
Dia pernah mengenyam pendidikan di SMAN 1 Tegal dengan nomor induk 8897.
Kemudian dia dinyatakan lulus pada 1993.
Paul merupakan siswa jurusan IPA dengan nilai EBTA dan Ebtanas total 73.
Nilai rata-rata yang didapatkan selama ujian adalah 6 dan 7, tertinggi di angka 8.
Termasuk dalam mata pelajaran agama, nilainya 8.
"Dibilang menyayangkan, kami atas nama sekolah jelas menyayangkan. Tapi itu kembali lagi dengan pilihan masing-masing.
Karena sekolah tidak mungkin mengajarkan hal tidak baik," kata Ali Afifi, Wakil Kepala Kesiswaan SMAN 1 Tegal.
Profil
Profil dan biodata Jozeph Paul Zhang yang ditetapkan sebagai tersangka penistaan agama.
Jozeph Paul Zhang menyebut dirinya adalah pendiri The FIRM Foundation Indonesia.
Tak hanya itu, Jozeph Paul Zhang juga mendirikan Hagios Apologetic Centre (pertobatan)
Jozeph mengaku sebagai apologet Kristen yang membuat orang beragama lain beralih iman.
Ia kini dikabarkan tinggal di Bremen, Jerman.
Jozeph mengaku mengajarkan Injil kepada umat Muslim, atheis, dan agnostik di Eropa.
Ia juga membuat perkumpulan para rasul di sekelompok kecil orang.
Ajaran Injil itu disampaikannya melalui YouTube dan saluran Zoom.
Jozeph mengaku sebagai pemberi Kursus Kitab Suci Tersertifikasi.
Melali Youtube channelnya, ia sudah memiliki 51 ribu sibcriber.
Jozeph Paul Zhang bergabung menjadi YouTuber sejak 28 September 2009.
Sementara itu, melalui blog pribadinya, Jozeph Paul Zhang kerap membahas Kristologi, yakni ilmu yang mendalami ajaran Kristus, serta Apologetik.
Jozeph Paul Zhang mengaku kerap menulis artikel, buku, serta tulisan di media sosial yang bertujuan memuridkan umat beragama lain.
Jadi tersangka dan akan dijadikan DPO
Jozeph Paul Zhang alias Shindy Paul Soerjomoeljono telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara penistaan agama.
Hal itu diungkapkan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Rusdi Hartono dalam keterangannya, Selasa (20/4/2021).
Jozeph diketahui mengunggah sebuah video di YouTube yang menyinggung ibadah puasa yang dilakukan umat Islam sekaligus menyatakan bahwa dirinya adalah nabi ke-26.
"Sudah sebagai tersangka," kata Rusdi dalam keterangannya, Selasa (20/4/2021).
Penyidik Bareskrim Polri segera merilis Jozeph dalam daftar pencarian orang (DPO).
Rusdi mengatakan, DPO itu kemudian akan diserahkan ke Interpol.
"Bareskrim Polri akan segera mengeluarkan DPO. DPO ini akan diserahkan ke Interpol dan DPO ini menjadi dasar bagi Interpol untuk menerbitkan red notice," ujarnya.
Menurut dia, Jozeph memenuhi unsur pelanggaran Pasal 28 Ayat (2) UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Pasal 156 huruf a KUHP.
"Unsur pasal yang bisa dikenakan, pertama ujaran kebencian dalam UU ITE, kedua juga penodaan agama yang ada di KUHP," kata Rusdi.
Berdasarkan penelusuran Polri, saat ini Jozeph Paul berada di Jerman.
Rusdi mengatakan Bareskrim Polri telah berkoordinasi dengan KBRI di Jerman.
Ngaku Nabi ke-26
Joseph Paul Zhang dituding menista Agama.
Tak hanya itu, Joseph Paul Zhang mengaku nabi ke-26.
Hal itu terungkap ketika ia membuat sebuah konten melalui Zoom dan diunggah di Youtube dengan judul 'Puasa Lalim Islam' yang diunggah pada 15 April 2021.
Dalam video tersebut, Joseph Paul Zhang mengaku live zoom yang ia lakukan disaksikan oleh masyarakat di belahan dunia.
"Shalom yang ada di Afrika, di Rusia, Amerika, Kanada, ya Amerika sudah masuk. Yang ada di New Zealand, Australia, shalom semua, rahayu. Yang ada di Kamboja. Juga di Thailand, Korea luar biasa ya rombongan para nabi internasional. Tadi yang dari Kamboja mau daftar nomor 29. Saya suruh ambil nomor antrean dulu di Munchen," ujar Jozeph Paul Zhang.
Jozeph Paul Zhang lalu membahas soal antrean nomor nabi.
"Boleh ya semua yang mau antre, bisa nomor antrean nabi. Lah wong situ nabi Jones disuruh buka dalam doa malah buka puasa sendirian, melangkahi. Suruh buka dalam doa malah buka puasa dia. Nggak bener ini nabi Jones sekte sesat Tangkitarian. Disuruh buka dalam doa malah buka tangki lu, nggak bener. Ya kita-kita terus berdoa yang ada di NTT ya. Terus kita doakan kalian semua ada di hati kami dan kita selalu push supaya temen-temen untuk bantu temen-temen di NTT. Haleluya, shalom semuanya," ujar Jozeph Paul Zhang.
Setelah menyapa para peserta, Jozeph Paul Zhang lalu memulai Zoom dengan membahas terkait 'puasa lalim Islam'.
Dalam video tersebut, Jozeph Paul Zhang mengatakan puasa umat islam membuat dirinya lapar.
"Tema kita hari ini puasa lalim Islam. Luar biasa, lu yang puasa gua yang laper! Ha-ha-ha.... Gubrak gubrak. Password seperti biasa ya, buka jus jus jus gubrak gubrak gubrak olala bebe. Serius hari ini ya lu yang puasa gua yang laper, nggak bener lu," katanya.
Tak hanya itu, Jozeph Paul Zhang lalu menyinggung soal ibadah puasa teman-teman muslimnya yang ada di Eropa.
Menurutnya, teman-temannya itu melaksanakan ibadah puasa hanya di tahun pertama saja karena takut akan Allah.
Setelah itu, Jozeph Paul Zhang menceritakan orang eropa tahun kedua dan tahu ketiga tidak berpuasa karena Allah tidak melihat sebab dikurung di Ka'bah.
"Ini saya dikirimi sama temen-temen dari... Yang saya bagikan lalimnya. Jadi kalau kita lihat sekarang di Indo kan pada lagi puasa ya. Kalau di Eropa juga lagi pada... bukan lagi pada puasa, lagi duniawi nggak puasa. Sebab temen-temen muslim di Eropa ini tahun pertama puasa, takut sama Allah. Tahun kedua puasanya separo, nyoba Allah lihat apa nggak. Tahun 3 bablas nggak yang puasa, Allah nggak lihat. Loh kenapa? Kan Allah Mahatahu. Nggak, Allah lagi dikurung di Ka'bah," ujarnya sambil tertawa.
"Kurang ajar. Emang gitu ya? Tahun pertama mereka masih puasa full. Tahun kedua mereka separo. Tahun ketiga rata-rata udah pada nggak puasa lagi. Tiap hari ngeliat porselen. Tiap hari mereka... Apalagi di sini sejuk. Kalau mau cocok di sini sejuk, tapi ya itulah" sambungnya lagi.
Jozeph Paul Zhang alu menyebut jika orang Kristen ibadahnya tidak perlu ditakut--takuti.
"Ternyata tanpa tekanan mereka tidak akan melakukan ibadah karena ibadahnya karena ditakut-takuti, dalam krist tidak boleh gitu, ibadah karena ditakut-takuti, karena mereka mengalami sendiri sehingga bebruat baik," ujarnya.
Lalu Jozeph Paul Zhang mengaku merasa tidak nyaman dengan adanya bulan puasa dan menyebut suasana menjelang Idul Fitri sebagai sesuatu yang mengerikan.
"Tapi dari dulu saya kalau lagi bulan puasa itu adalah bulan-bulan paling tidak nyaman. Apalagi kalau deket-deket Idul Fitri. 'Dung... dung... breng... dung... dung... breng... Sarimin pergi ke pasar... dung dung... breng... Allah bubar'. Wah itu tuh udah paling mengerikan. Itu horor banget," katanya.
Setelah itu, Jozeph Paul Zhang membuat sayembara dan memberi hadiah jika berhasil melaporkan dirinya ke polisi karena penistaan agama dengan mengaku sebagai nabi ke-26.
"Gua kasih sayembara. Gua udah bikin video. Saya udah bikin video tantangan. Yang bisa laporin gua ke polisi gua kasih uang yang bisa laporin gua ke polisi penistaan agama, nih gua nih nabi ke-26, Jozeph Paul Zhang. Meluruskan kesesatan ajaran nabi ke-25 dan kecabulannya yang maha cabulullah," tuturnya.
Jozeph Paul Zhang menantang minimal ada 5 laporan polisi di polres berbeda. Jozeph Paul Zhang akan menghadiahi orang yang melaporkannya Rp 1 juta.
"Kalau Anda bisa bikin laporan polisi atas nama penistaan agama, gua kasih 1 laporan Rp 1 juta. Maksimal lima laporan. Supaya nggak bilang gua ngibul kan jadi kan Rp 5 juta. Di wilayah polres yang berbeda. Saya kasih 1 laporan Rp 1 juta. Jadi lima laporan Rp 5 juta. Sabar ya. Klub nabi ke-16, lu pake kaus lu disambit orang lu, wah ini dia klub penista agama," ujarnya.
(*)
TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :