Terorisme
Yenny Wahid Sebut Munculnya Teroris Milenial Karena Sifat Anak Muda yang Mudah Terprovokasi
Beberapa waktu lalu serangan teroris terjadi di Mabes Polri dilakukan oleh gadis 25 tahun.
“Sehingga mereka ini sangat mudah diprovokasi dan dikooptasi oleh orang-orang yang berusaha membawa mereka ke jalan tidak baik,” katanya.
Maka dari itu, program sekolah damai ini, anak anak diajak untuk mengedepankan budaya damai, sikap, tindakan, cara hidup yang menolak kekerasan, serta mencegah konflik, baik individu maupun kelompok.
Yenny menjelaskan, sejak tahun 2017, Wahid Foundation berkolaborasi dengan AGPAII (Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia) mengembangkan Program Sekolah Damai untuk mendukung pendidikan karakter dan mempromosikan toleransi serta perdamaiaan di lingkungan pendidikan, khususnya sekolah menengah atas di 4 provinsi yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan DKI Jakarta.
Bersamaan dengan peringatan Hari Kartini yang merupakan tokoh nasional dari Jawa Tengah yang telah mempromosikan pendidikan, Wahid Foundation dan Mitra Sekolah Damai menginisiasi kegiatan “Jateng EduFest 2021: Urip Rukun, Jateng Gayeng”.
“Harapannya, melalui kegiatan ini bisa memberikan inspirasi bagi lembaga pendidikan lain untuk terus – menerus melakukan kampanye budaya toleransi dan promosi perdamaian dalam membangun iklim lingkungan sekolah yang inklusif dan nyaman bagi semua golongan,” ujarnya. (*)