Breaking News:

Banjir

Warga Panggung Lor Gugat P5L ke PN Semarang, Ingin Banjir dan Rob Ditangani Pemkot

Warga Kelurahan Panggung Lor, Semarang Utara, menggugat Paguyuban Pemberdayaan Pompanisasi ke Pengadilan Negeri (PN) Semarang.

Tribun Jateng/ Zaenal Arifin
Sidang pemeriksaan saksi gugatan PMH oleh warga Tanahmas Kelurahan Panggung Lor, Semarang Utara, di PN Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Warga Kelurahan Panggung Lor, Semarang Utara, menggugat Paguyuban Pemberdayaan Pompanisasi dan Pengelolaan Lingkungan Panggung Lor (P5L) ke Pengadilan Negeri (PN) Semarang.

Gugatan diajukan atas dugaan perbuatan melawan hukum (PMH).

Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Kelurahan Panggung Lor, Pemkot Semarang, Camat Semarang Utara dan Lurah Panggung Lor pun tak luput menjadi turut tergugat dalam gugatan PMH tersebut.

Gugatan diajukan karena keberadaan P5L yang dianggap sudah melewati kewenangannya. Keberadaan pompanisasi, dulunya sebagai penanggulangan banjir dan rob yang setiap hari melanda wilayah Panggung Lor.

Namun saat ini banjir dan rob di wilayah tersebut sudah tidak ada lagi. Hal itu dikarenakan telah ada penanganan yang dilakukan oleh Pemkot Semarang dengan membangun Kolam Retensi.

Meski pompanisasi sudah tak beroperasi sebagaimana dulunya, namun warga tetap dipungut biaya hingga kini. Warga yang merasa keberatan atas pungutan tersebut, enggan membayar sehingga menunggak hingga puluhan juta rupiah.

Pengurus P5L mengancam warga yang enggan membayar iuran rutin maka tidak akan mendapat pelayanan administratif dari pengurus RT maupun RW. Bagi warga yang menunggak iuran bulanan 6 kali berturut-turut, diancam tidak akan mendapat pelayanan administratif dan sosial.

Gugatan tersebut telah beberapa kali disidangkan oleh majelis hakim. Terakhir, sidang beragendakan keterangan tiga saksi yang diajukan oleh penggugat dalam sidang di PN Semarang, Kamis (22/4/2021).

Saksi Heru Tri Haryanto, warga Kelurahan Panggung Lor, mengatakan dulunya wilayah kelurahan Panggung Lor khususnya perumahan Tanahmas, menjadi langganan banjir maupun rob. Kondisi tersebut sangat mengganggu aktivitas warga.

"Sehingga untuk mengatasi masalah itu, dibentuk paguyuban pengendali dan penanganan air pasang Panggung Lor (P5L). Namun setelah dibangun kolam retensi di Kali Semarang pada 2014-2015, wilayah Panggung Lor relatif aman," katanya di hadapan majelis hakim.

Halaman
123
Penulis: m zaenal arifin
Editor: rival al manaf
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved