Berita Blora
Ampo, Kuliner Jadul Terbuat dari Tanah Liat, Juga Dipercaya sebagai Obat Sakit Perut
Di Kabupaten Blora, masih bisa ditemui kuliner unik berbahan baku tanah liat. Kudapan tersebut bernama ampo.
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM, BLORA – Di Kabupaten Blora, masih bisa ditemui kuliner unik berbahan baku tanah liat.
Kudapan tersebut bernama ampo.
Seiring berjalannya waktu, kini kian jarang ditemui para pembuatnya.
Baca juga: Puspa Kaget Saat Bangun Suami Sudah Ada di Atas Perutnya, Sementara Tetangga Gedor Pintu
Baca juga: Latar Belakang Maniur Sihotang, Pria yang Siksa dan Perlakukan Pacar Seperti Anjing, Motif Terungkap
Baca juga: Motor Remaja Asal Ngawi Diamankan Polisi Saat Patroli Aksi Balap Liar di Jaten Karanganyar
Baca juga: Kronologi Brigadir NS Cabuli Ibu Mertua, Dilakukan Berkali-kali di Kamar hingga di Pinggir Jalan
Satu pembuat ampo yang masih tersisa di Blora adalah Sarti.
Nenek delapan cucu itu sudah sejak belia lihai mengolah tanah liat hingga bisa dimakan.
Terhitung sejak usia 12 tahun sampai saat ini menginjak 65 tahun, Sarti belum pernah absen membuat ampo.
Hampir setiap hari nenek yang tinggal di RT 7 RW 1 Dusun Ketangar, Kelurahan Karangjati, Blora menyempatkan diri untuk membuat ampo.
Mulai dari memilah tanah yang cocok untuk diolah menjadi makanan, sampai dengan menggarangnya sebagai tahapan membuat ampo paling akhir, semua dilakukannya sendiri.
Tidak sembarang tanah bisa dibuat ampo, yang bisa diolah yakni harus tanah yang halus tanpa ada kerikilnya.
Biasanya Sarti mengambil tanah-tanah itu dari sawahnya.
Tanah dari sawah itu kemudian ditumbuk hingga teksturnya padat.
Setelahnya tanah-tanah itu dibuat bundar memanjang sebelum akhirnya dipotong tipis-tipis.
Cara memotongnya mirip dengan mengupas buah.
Alat memotong yang digunakan bukanlah pisau, melainkan sebilah bambu yang satu sisinya telah ditajamkan.
“Soalnya kalau memakai pisau tidak bisa dipotong tanahnya lengket,” ujar Sarti saat ditemui di kediamannya.