Breaking News:

Berita Karanganyar

Kolam Renang Intanpari Karanganyar Direhab, Sebelum Lebaran Ditargetkan Sudah Beroperasi

Kolam renang Intanpari Karanganyar ditargetkan beroperasi kembali sepekan sebelum lebaran pasca penutupan sementara karena pandemi Covid-19.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: rival al manaf
Istimewa
Bupati Karanganyar Juliyatmono beserta rombongan mengecek kolam renang Intanpari, Jumat (23/4/2021). 

Penulis: Agus Iswadi.

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Kolam renang Intanpari Karanganyar ditargetkan beroperasi kembali sepekan sebelum lebaran pasca penutupan sementara karena pandemi Covid-19.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono usai peletakan batu pertama pembangunan kolam renang tersebut pada Jumat (23/4/2021).

Pemkab Karanganyar mengucurkan alokasi dana senilai Rp 2 miliar guna pembangunan tahap awal kolam renang dengan luas total sekitar 12 hektare tersebut.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyampaikan, nantinya kolam renang tersebut akan dilengkapi beberapa wahana penunjang seperti kolam renang tertutup khusus yang diperuntukan bagi perempuan.

Selain itu di sekitar bekas pesawat yang menjadi ikonik di wahana air itu akan dilengkapi kolam dengan arus mengalir. Bahkan di bagian kolam renang utama akan dilengkapi food court.

"Sebelum lebaran, seminggu sebelum lebaran kolam renang bisa digunakan sesuai prokes. Pengunjung dibatasi," katanya kepada Tribunjateng.com.

Menurutnya untuk dapat mempugar kolam renang tersebut secara total, idealnya dibutuhkan dana senilai Rp 20 miliar. Akan tetapi melihat anggaran yang terbatas, Pemkab mengalokasikan anggaran dari APBD penetapan 2021 senilai Rp 2 miliar untuk pembangunan tahap awal.

Sementara itu Dirut PUD Aneka Usaha, Samidi mengatakan, anggaran senilai Rp 2 miliar itu bakal digunakan untuk mempugar kolam renang utama terlebih dahulu. Mengingat sesuai target dari Pemkab Karanganyar, kolam renang diharapkan dapat beroperasi sebelum lebaran tahun ini.

"Itu untuk yang urgent dulu. Penataan kolam untuk persiapan operasional sebelum lebaran. Karena kolamnya 30 tahun belum direhap. Serta pengerjaan beberapa wahana," ungkapnya.

Dia mengungkapkan, setelah ada tambahan dana akan dilakukan penambahan fasilitas lain seperti kolam renang syariah, food court dan penataan kawasan.

Samidi menjelaskan, PUD Aneka Usaha mengalami kerugian selama pandemi. Meski tidak beroperasi, pengelola harus melakukan pemeliharaan kolam renang.

"Meski tidak beroperasi tetap dilakukan terus. Kalau dikuras airnya, nanti retak. Kalau tidak dipakai dan tidak diobati nanti berlumut," ungkapnya.

Pengelola membutuhkan anggaran guna pemeliharaan serta pembersihan kolam sebesar Rp 40 juta per bulan. Di sisi lain, pengelola sama sekali tidak mendapatkan pemasukan karena tutup sejak adanya pandemi hingga saat ini. (Ais).

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved