Breaking News:

Ada Banyak Pemain Baru, Bisnis Fintech Syariah bakal Makin Merekah

Selain kedatangan pemain baru, bisnis syariah akan terus berkembang berkat bonus demografi penduduk Indonesia yang mayoritas adalah muslim.

shutterstock.com
ilustrasi Fintech 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Bisnis fintech syariah diperkirakan akan tumbuh merekah pada tahun ini. Satu pendorongnya karena bertambahnya jumlah pemain baru yang saat ini sedang mengurus izin ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Ada puluhan fintech yang antre untuk mendapat izin OJK. Beberapa di antaranya adalah fintech syariah," kata Direktur Eksekutif Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), Kuseryansyah, baru-baru ini.

Selain kedatangan pemain baru, bisnis syariah akan terus berkembang berkat bonus demografi penduduk Indonesia yang mayoritas adalah muslim.

Hal itu menjadi peluang untuk digarap, karena tingkat ekonomi syariah di Indonesia masih rendah.

Kehadiran aturan baru yang tengah digodok regulator juga menjadi peluang. Rencananya, ada revisi POJK/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi.

Aturan itu akan memberi ruang bagi fintech syariah untuk tumbuh, dari sebelumnya tidak diatur secara rinci.

Hingga akhir 2020, nilai pinjaman fintech syariah mencapai Rp 1,7 triliun, naik dari realisasi tahun sebelumnya sebesar Rp 1 triliun.

Saat itu, jumlah pemain fintech syariah baik yang terdaftar maupun berizin tercatat sebanyak 10 platform.

Satu pemain, PT Alami Fintek Sharia (Alami) telah menyalurkan pembiayaan Rp 187 miliar pada kuartal I/2021. Nilai tersebut meningkat 20 kali lipat dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya.

Dengan realisasi itu, perusahaan menargetkan pembiayaan di tahun ini bisa mencapai Rp 1 triliun. CEO Alami, Dima Djani yakin perusahaan bisa mencapai target, karena merek Alami semakin kuat sebagai fintech syariah yang bertahan di masa pandemi.

Halaman
12
Editor: Vito
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved