Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Oknum Polisi Teror Pejabat Kejari Manokwari, Polisi Periksa 8 Saksi

Seorang oknum polisi melakukan aksi teror terhadap pejabat Kejaksaan Negeri (Kejari) Manokwari, Papua Barat.

Tribun-Papua.com/Safwan Ashari Raharusun
Kapolres Manokwari, AKBP Dadang Kurniawan. 

TRIBUNJATENG.COM, PAPUA - Seorang oknum polisi melakukan aksi teror terhadap pejabat Kejaksaan Negeri (Kejari) Manokwari, Papua Barat.

Polisi terus mendalami kasus tersebut.

Hingga kini, sudah ada 8 saksi terkait yang telah dimintai keterangan oleh jajaran penyidik Polres.

Baca juga: Kabareskrim Benarkan Aipda Fajar Diamankan dan Diproses Sesuai Hukum

Baca juga: Pagi-pagi 2 Anggota Marinir Ketok Rumah Nurhadi Dildo di Kudus Soal Status Saru KRI Nanggala

Baca juga: Praktik Bisnis Lendir di Pemalang Layani Pelanggan Mau Batal Puasa: Pintunya Doang Tutup

Baca juga: Virus Corona Merajalela di India, Orang-Orang Kaya Sewa Jet Pribadi untuk Melarikan Diri

"Sedang mendalami permasalahan itu dan sejauh ini sudah ada 8 orang yang telah diperiksa sebagai saksi, lewat keterangan mereka untuk mencari tahu akar sebenarnya dari persoalan tersebut," kata Kapolres Manokwari AKBP Dadang Kurniawan, Senin (26/4/2021).

Dadang menegaskan, bahwa permasalahan ini tidak akan berhenti.

"Prosesnya akan dipastikan terus berlanjut sampai terkuak cerita sebenarnya (motif) dari aksi yang dilakukan dan yang diduga melibatkan oknum Polisi," ucapnya.

"Pasti proses penyelidikannya berlanjut terus sampai ketahuan.

Intinya, penyelidikan ini untuk membuat terang masalah itu dulu,"

Sebelumnya diketahui, bahwa aksi teror berupa ancaman, intimidasi hingga penembakan yang diduga dilakukan oleh oknum polisi dijajaran Polres Manokwari kepada pejabat utama di Kejari Manokwari, terjadi pada Kamis malam (22/4/2021) lalu.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Manokwari Patris S. Muloke membenarkan kejadian tersebut.

"Kejadian berlangsung sekira Pukul 21.00 WIT, tepat di kediaman dinas kawasan Sarina Distrik Manokwari Timur.

Saat kejadian, beruntung pejabat bersangkutan tak berada di tempat jika tidak maka hal buruk mungkin saja terjadi," ujarnya.

Sebab, kata dia, oknum polisi itu sempat sekali menembakan senjatanya, sembari meneriaki nama pejabat bersangkutan.

"Begitu masyarakat sekitar menginfokan kepada pejabat kita (Kejari), yang bersangkutan langsung tidak jadi pulang, tetapi menuju Polres guna melaporkan kejadian tersebut.

Kami juga turut mendampingi," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved