Minggu, 14 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pemudik Bawa Hewan dan Tanaman Ilegal Dicegat Balai Karantina Tanjung Emas Semarang

Balai Karantina Pertanian Kelas I Semarang melakukan operasi patuh karantina di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Kamis (29/4/2021).

Tayang:
Penulis: iwan Arifianto | Editor: Daniel Ari Purnomo

Penulis : Iwan Arifianto

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Balai Karantina Pertanian Kelas I Semarang
melakukan operasi patuh karantina di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Kamis (29/4/2021).

Hal itu menyusul meningkatnya intensitas penumpang  kapal di kawasan tersebut.

Operasi menyasar penumpang yang dicurigai membawa tanaman atau hewan yang dilindungi.

Hasilnya dalam operasi tersebut didapati beberapa penumpang membawa sejumlah burung tanpa dilengkapi dokumen.

Hewan tersebut dibawa penumpang dengan dikemas dalam kardus.

Berkat kejelian petugas, belasan burung dapat diamankan.

Kepala Karantina Pertanian Semarang, Parlin Robert Sitanggang menjelaskan, menjelang lebaran intensif melakukan pemeriksaan media pembawa pertanian yang masuk via pelabuhan Tanjung Emas. 

Para penumpang diawasi ketat yang membawa hewan dan tanaman harus dilengkapi dokumen lalu lintas barang. 

Operasi tersebut berhasil menjaring empat penumpang yang masing-masing membawa burung kacer 5 ekor. 

Murai 3 ekor, jalak kebo 1 ekor, dan kolibri 1 ekor. 

"Meksi bukan tak dilindungi harus dilengkapi dokumen dari balai karantina," katanya. 

Dia melanjutkan, para penumpang yang terjaring operasi wajib menyerahkan hewan tersebut untuk dilepaskan ke alam liar melalui BKSDA. 

Penumpang juga diberi pembinaan, edukasi, sosialisasi agar memahami aturan bahwa semua hewan yang dibawa harus dilengkapi dokumen balai karantina asal. 

"Kami terus edukasi terus ke penumpang kapal agar para penumpang lebih memahami dan tak melakukan hal serupa," jelasnya. 

Pihaknya juga berkoordinasi dengan berbagai pihak lain seperti KP3,KSOP, agen pelayaran dan lainnya. 

"Kami gencarkan operasi patuh karantina hingga H+7 lebaran. 

Meski tak ada penumpang namun intensitas pengiriman barang tentu meningkat sehingga kami pantau," terangnya. 

Sementara seorang penumpang, Nur Amin mengaku, membawa burung kacer dewasa dari Ketapang untuk diternakan di Kota asalnya Jepara. 

"Saya beli Rp200 ribu ga tau kalau harus dilengkapi dokumen," katanya. 

Penumpang lain, Sartiman mengatakan, bawa empat burung murai dan kacer masing-masing dua ekor untuk dirawat di kampungnya Kebumen. 

Dia beli burung itu seharga Rp200 ribu perekor. 

Dia nekat bawa burung tersebut sebab kata penjualnya aman saja dibawa menyeberangi pulau lewat kapal. 

"Ga tau kalau harus ada surat jadi nekat bawa saja. 

Tak ada maskud apa-apa hanya hendak dirawat di Kebumen," paparnya. 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
1 - 1
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
1 - 1
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
0 - 1
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
2 - 0
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved