Berita Regional
Guru Honorer Ini Terpaksa Mengajar di Atas Perahu meski Dibayangi Terkaman Buaya
Saat belajar di atas perahu di muara Cikaso, ia dan muridnya dibayang-bayangi dengan sergapan buaya muara.
TRIBUNJATENG.COM, SUKABUMI - Siti Saroyah S.Pd, seorang guru di SMP 4 Cibitung, Dusun Ciloma, Desa/Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, harus memutar otak demi kelancaran pembelajaran online.
Pasalnya, selain susah sinyal, anak didiknya banyak yang tidak memiliki ponsel.
Dia memilih belajar luring (luar jaringan) dengan mendatangi siswa.
Baca juga: Ini Penyebab Suporter Ngamuk Menerobos Old Trafford Jelang Laga Manchester United vs Liverpool
Baca juga: Pernyataan Resmi Kubu Manchester United Setelah Suporter Ngamuk dan Menerobos Old Trafford
Baca juga: Munarman Ditangkap, Pria Misterius Tampakkan Wajah Sebut Densus Bajingan: Polisi Bangsat
Baca juga: Benarkah Munarman Eks FPI Bebas? Ini Jawaban Kombes Pol Ahmad Ramadhan
Saat luring, ia harus menghadapi berbagai kesulitan, salah satunya dari akses menuju sekolah atau ke tempat luring.
"Untuk kesulitan akses ke Ciloma emang kesulitannya di transportasi, ketika jalan darat emang ada jalan darat tapi harus melewati hutan, jalan air kalau posisinya air naik gak bisa berangkat juga.
Terus kemarin kendala gara-gara corona, pembelajaran tidak efektif apalagi kan ditutup, jadi hanya dua sampai 3 hari dalam seminggu.
Terus untuk semester dua sekarang juga sama, jadi kita harus ngasih soal ke tiap siswa," ujarnya via telepon, Minggu (2/5/2021).
Belajar di Atas Perahu Dihantui Buaya
Karena kesulitan sinyal, ia bersama muridnya terpaksa belajar di atas perahu di muara Cikaso karena tak ada pilihan tempat lain.
Saat belajar di atas perahu di muara Cikaso, ia dan muridnya dibayang-bayangi dengan sergapan buaya muara.
Karena buaya itu kerap muncul ke permukaan air.
"Jadi kesusahannya sinyal, kalau khawatir (sergapan buaya, red) pasti ada karena tidak ada cara lain harus gimana, jadi kita kalau misalkan kemarin di sekolah gak bisa, jadi inisiatifnya itu di atas perahu.
Kemarin kan kita pas belajar di atas perahu itu di Cikaso, kalau di Cikaso terlalu deket dengan jalan kemarin itu kan, takutnya tidak di perbolehkan juga.
Jadi kemarin kita di atas perahu terus di pinggir sungai di bawah pohon," terangnya.
Belajar di atas perahu dipilih karena muridnya tak hanya berasal dari wilayah Cibitung, ada juga dari Kecamatan Tegalbuleud, sehingga tempat itu dipilihnya karena berada di tengah-tengah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kegiatan-belajar-luring-di-atas-perahu.jpg)