Breaking News:

23 Tewas dalam Insiden Rel Layang Ambruk saat Kereta Lewat di Meksiko

Sebuah rel layang tempat kereta melintas di ibu kota Meksiko ambruk dan menimpa ruas jalan di bawahnya pada Senin (3/5) malam.

PEDRO PARDO / AFP
Petugas penyelamat mengevakuasi jenazah dari gerbong kereta akibat insiden sebuah rel layang tempat kereta melintas di ibu kota Meksiko ambruk dan menimpa ruas jalan di bawahnya pada Senin (3/5/2021) malam. 

TRIBUNJATENG.COM, MEXICO CITY - Sebuah rel layang tempat kereta melintas di ibu kota Meksiko ambruk dan menimpa ruas jalan di bawahnya pada Senin (3/5) malam.

Kejadian itu menyebabkan sebanyak 23 korban tewas dan puluhan orang luka-luka.

Kecelakaan kereta metro Meksiko terjadi akibat jembatan layang yang dilintasi ambruk menimpa jalan raya.

Gerbong-gerbong kereta terlihat menggantung di jembatan layang itu dan membentuk huruf V, karena sebagian masih berada di rel.

"Sayangnya ada 23 orang yang tewas," kata Wali Kota Mexico City, Claudia Sheinbaum, kepada wartawan, dikutip AFP, seraya menambahkan korbannya termasuk anak kecil.

Selain itu, sekitar 65 orang lain dirawat di rumah sakit karena mengalami luka-luka.

Insiden pada Senin malam itu terekam CCTV yang memperlihatkan detik-detik ambruknya jembatan kereta api.

Sejumlah gerbong kereta jatuh ke jalan raya yang ramai dilalui kendaraan, membuat beberapa mobil tertimpa gerbong dan reruntuhan jembatan.

Sejumlah video yang beredar di berbagai jejaring sosial menunjukkan para petugas tanggap darurat sedang berupaya menangani insiden ini. Beberapa ambulans juga terlihat di lokasi.

Kerabat keluarga korban juga berkumpul di lokasi kecelakaan untuk menanti kabar orang-orang terkasihnya.

Puluhan petugas darurat juga terlihat berusaha menyelamatkan para korban dari gerbong metro.

Namun, pekerjaan itu sempat ditunda sementara karena struktur jembatan layang tidak stabil, lalu dilanjutkan dengan bantuan crane.

Sebuah mobil terlihat terjebak di bawah reruntuhan, tetapi seseorang di dalamnya berhasil keluar hidup-hidup.

Polisi yang membawa anjing penyelamat juga mendesak orang-orang untuk mundur, karena dikhawatirkan ada puing-puing berjatuhan. (Kompas.com)

Editor: Vito
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved