Breaking News:

Larangan Mudik

Pemudik Masuk Kota Solo Wajib Bawa SIKM dan Surat Bebas Corona

Polresta Solo mewajibkan para pemudik membawa surat izin keluar masuk dan bebas corona.

Penulis: Muhammad Sholekan
Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Daniel Ari Purnomo
Gapura Makuta Solo. 

Penulis: Muhammad Sholekan 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak selama masa larangan mudik, setiap orang yang masuk Solo harus membawa Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) dan surat bebas Covid-19. 

Namun, lanjut Ade, jika tidak bisa menunjukkan surat hasil rapid antigen maupun PCR, maka akan dilakukan tes di Pos Skrining Tracing, Testing, dan Treatment (3T). 

"Untuk pemudik, aturannya jelas. Hasil nonreaktif akan kita karantina selama 5 hari di lokasi yang sudah ditentukan, untuk yang positif di Donohudan," jelasnya, Kamis (6/5/2021). 

Menurutnya, bila ada pemudik yang lolos dan sudah di rumah akan dijemput Satgas Jogo Tonggo. 

"Kalau ada yang menolak, akan kita proses sesuai dengan aturan yang berlaku. Pos akan kita fungsikan full selama 24 jam," ungkapnya. 

Ade menjelaskan, fungsi pos selain untuk proses skrining, juga untuk menghalau masyarakat luar Kota Solo yang akan masuk untuk takbir keliling. 

Sebab, ungkap Ade, sudah disepakati tidak ada takbir keliling di Kota Bengawan meski itu hanya tingkat kampung. 

"Untuk salat Ied, dilaksanakan di masjid lingkungan, bukan di tempat terbuka, jalan, lapangam, maupun fasilitas publik," jelasnya. 

Selain itu, pihaknya juga menerjunkan lima Tim Pengurai Kerumunan (TPK) juga akan disebar di pusat perbelanjaan, sekaligus patroli di titik-titik rawan gangguan Kamtibmas dan intoleransi. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved