Breaking News:

Berita Blora

Dua Tahun Kabupaten Blora Tak Terima Duit Bagi Hasil Tambang Minyak Bumi

Dana bagi hasil dari minyak yang diterima oleh Kabupaten Blora besarannya ditentukan oleh pemerintah pusat

KOMPAS.COM
Ilustrasi uang 

TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Kabupaten Blora tidak mendapat kucuran dana bagi hasil pertambangan minyak bumi selama dua tahun terakhir.

Padahal, sebelumnya mendapatkan bagi hasil tersebut sebagai pendapatan daerah.

Tercatat pada 2017 Kabupaten Blora mendapat bagi hasil Rp 1 miliar dari pertambangan minyak.

Kemudian pada 2018 mendapat Rp 11 miliar. Baru pada 2019 Kabupaten Blora tidak lagi mendapatkan asupan bagi hasil tersebut. Pada 2020 pun juga tidak mendapatkannya.

Plt Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD), Slamet Pamudji, mengatakan, Blora sedianya bukan penghasil minyak bumi yang signifikan.

Meskipun terdapat sentra pertambangan minyak bumi, misalnya di Ledok, Nglobo, dan Semanggi tetapi hasil produksinya masih kalah jauh jika dibandingkan dengan produksi dari kabupaten tetangga, Bojonegoro.

"Itu masih sangat kecil, masih jauh dari Exxon Mobile di Bojonegoro," ujar Mumuk, sapaan akrab Slamet Pamudji, Jumat (7/5/2021).

Oleh karena itu, kata Mumuk, ketika bagi hasil dari sektor pertambangan minyak bumi dinilai kecil baginya adalah hal yang wajar. Sebab, meskipun Blora masuk dalam wilayah kerja pertambangan, akan tetapi regulasi mengatakan bahwa perhitungan bagi hasil berdasarkan di mana bagi minyak itu diproduksi.

"Blora karena memang tidak ada produksi (yang siginikan)," katanya.

Dana bagi hasil dari minyak yang diterima oleh Kabupaten Blora besarannya ditentukan oleh pemerintah pusat.

Termasuk kenapa dua tahun terakhir tidak ada serupiah pun yang masuk ke sebagai pendapatan daerah. "Jadi itu yang menghitung pusat. Bisa jadi karena harga minyak turun," kata dia.

Meski begitu, Kabupaten Blora masih mendapat asupan pendapatan dari sektor gas.

Tercatat pada 2019 Kabupaten Blora mendapat Rp 26,7 miliar dari bagi hasil pertambangan gas bumi. Kemudian pada 2020 mendapat Rp 16,5 miliar dari sektor yang sama. (*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved