Happy Ramadan

Munadi Ikuti Pengajian Tafsir Al-Quran Sejak Awal Ramadan

Ratusan jamaah memadati pengajian tafsir fadhilah Al-Qur'an yang digelar secara rutin selama Ramadan di Masjid Agung Semarang,

Penulis: m zaenal arifin | Editor: rival al manaf
Tribun Jateng/ Zaenal Arifin
Pengajar pada Pesantren Raudhatul Quran An-Nasimiyyah Semarang, ustadz Ahmad Mundzir, saat mengisi pengajian tafsir Al-Quran di Masjid Agung Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG
Ratusan jamaah memadati pengajian tafsir fadhilah Al-Qur'an yang digelar secara rutin selama Ramadan di Masjid Agung Semarang, Kamis (6/5/2021). Pengajian tersebut digelar usai salat Dhuhur sekitar pukul 13.00 WIB.

Pada hari ke-23 Ramadan, pengajian diisi oleh pengajar pada Pesantren Raudhatul Quran An-Nasimiyyah Semarang, ustadz Ahmad Mundzir yang menyampaikan materi tentang kekuasaan Allah SWT.

Satu di antara jamaah yang hadir yaitu Ahmad Munadi, warga Tlogosari, Kota Semarang. Munadi mengaku mengikuti pengajian di masjid yang dikenal sebagai Masjid Kauman tersebut sejak hari pertama Ramadan.

"Saya ikut ngaji dari awal puasa karena memang berharap berkah dari para kiai dan ustadz yang mengisi pengajian. Selain itu ingin memperdalam agama," katanya.

Munadi bersyukur bisa rutin setiap hari datang ke Masjid Kauman. Ia pun tak pernah ketinggalan mengikuti pengajian yang disampaikan beberapa kiai sebelumnya. Mulai dari KH Yahya Al Mutamakkin, KH Naqib, Ustadz Abdul Hakim, dan lainnya.

"Setiap kiai, ulama atau ustadz memiliki karakter berbeda. Tapi yang terpenting adalah ilmu agama yang disampaikannya. Sehingga bisa saya terapkan dalam kehidupan sehari-hari demi perbaikan kualitas hidup saya," ucapnya.

Jamaah lainnya, A. Mansyur juga tak pernah ketinggalan mengikuti pengajian tafsir Al-Quran di Masjid Agung Semarang. Senada Munadi, Mansyur pun berharap berkah dari pengajian Ramadan yang diikutinya hingga hari ke-23 Ramadan ini.

"Ramadan itu kan bulan suci bagi umat muslim. Jadi sudah seharusnya diisi dengan kegiatan-kegiatan yang baik seperti pengajian ini yang mendatangkan keberkahan," ucapnya.

Terlebih, pada masa pandemi Cobid-19 ini yang membuat masyarakat merasa takut untuk menjalankan aktivitas di luar rumah. Karenanya, ia pun memilih mengikuti pengajian tafsir Al-Quran dibanding bepergian menghabiskan waktu sembari menunggu waktu berbuka puasa.

"Kalau mau pergi-pergi, takutnya ada Covid. Mendingan ikut pengajian, tapi tetap menjalankan protokol kesehatan agar aman," tuturnya.

Dalam pengajian tafsir Al-Quran tersebut, Ustadz Ahmad Mundzir menyampaikan ayat-ayat yang berkaitan dengan kekuasaan Allah. Ia menyampaikan, kekuasaan Allah tak perlu diragukan apalagi dibantah.

Ia mencontohkan, adanya bumi dan langit yang terpisah meski tidak ada penyangganya. Jika tanpa kekuasaan Allah, sudah pasti langit akan runtuh dan menimpa bumi yang berada di bawahnya.

"Kekuasaan Allah itu tiada batas. Antara langit dan bumi itu hamparan luas yang tidak ada penyangga. Apakah itu bukan bukti?" kata Gus Mundzir, sapaannya, kepada para jamaah.

Kekuasaan lain milik Allah SWT yang harus dipahami umat muslim sekarang yaitu berbagai mukjizat yang diberikan Allah SWT kepada para nabi dan rasul-nya.

Gus Mundzir menyebutkan, mukjizat Nabi Musa yaitu dari tongkatnya yang bisa membelah lautan, Nabi Ibrahim yang tak hangus saat dibakar, Nabi Isa yang dapat menghidupkan orang mati, dan lainnya. Dan yang terbesar adalah mukjizatnya Nabi Muhammad SAW yaitu Al-Quran.

"Nabi-nabi yang lain, mukjizatnya kita ketahui dari Al-Quran, tanpa bisa kita lihat secara langsung. Tapi kalau mukjizatnya Nabi Muhammad bisa kita pegang, bisa kita lihat sampai sekarang yaitu Al-Quran," jelasnya.

Padahal, lanjutnya, Nabi Muhammad SAW adalah sosok orang yang tidak bisa membaca dan menulis namun dapat menghapal seluruh isi Al-Quran.

"Itu karena mukjizat yang merupakan kekuasaan Allah SWT," tegasnya. (Nal)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved