Breaking News:

Berita Semarang

Kota Semarang Akan Punya Anjungan Dukcapil Mandiri, Urus Administrasi Catatan Sipil Semudah ke ATM

Pemerintah Kota Semarang bakal mempunyai anjungan dukcapil mandiri (ADM) untuk mempermudah layanan kependudukan.

TRIBUN JATENG / EKA YULIANTI FAJLIN 
Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Wahyu Winarto, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Semarang, Adi Trihananto, dan Direktur Pattiro Semarang, Widi Nugroho, menjadi narasumber dalam dialog bersama dewan.  

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang bakal mempunyai anjungan dukcapil mandiri (ADM) untuk mempermudah layanan kependudukan. ADM rencananya akan ditempatkan di Balai Kota Semarang.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Semarang, Adi Trihananto mengatakan, mesin tersebut merupakan pemberian dari Direktorat Jendral Kependudukan dan Pencatatan Sipil sebagai apresiasi kepada Disdukcapil Kota Semarang yang masuk tiga besar pelayanan terbaik berpenduduk lebih dari 1,5 juta jiwa.

"Saat ini belum dikirim. Saya baru tanda tangan di Dirjen Dukcapil. Tahun ini alatnya akan turun," papar Adi, Jumat (7/5/2021).

Dengan adanya ADM, lanjut Adi, akan ada beberapa pilihan dalam pelayanan pencatatan kependudukan di Kota Semarang diantaranya masyarakat dapat mengurus dan mencetak data kependudukan di kantor Dukcapil, dapat mencetak sendiri di rumah, atau datang ke ADM untuk mencetak.

Menurutnya, mesin ini lebih membantu dalam pencetakan. Sehingga, pencetakan nantinya tidak hanya bisa dilakukan di kantor Dukcapil.

"Nanti kami kirim link saja, masyarakat dapat cetak sendiri. Kalau tidak punya printer dengan kertas ukuran kuarto 80 gram, bisa datang ke ADM untuk cetak segala pelayanan KK, akte, KTP, KIA," sebutnya.

Adi menambahkan, berbagai kemudahan diberikan kepada masyarakat dalam melayani pencatatan kependudukan. Masyarakat bisa mengurus data kependudukan secara online dari rumah. Jika merasa kesilitan, mereka bisa minta bantuan kepasa petugas IT kelurahan.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Wahyu Winarto mengapresiasi Disdukcapil yang terus berinovasi dan berkreasi sehingga hasilnya cukup signifikan. Meski demikian, menurutnya, masiha da beberapa catatan yang menjadi evaluasi.

"Kemarin kami tinjauan ke lapangan. Ada beberapa poin yang harus diperbaiki yaitu sumber daya manusia (SDM) di kelurahan dan sistem atau softwarenya," papar Liluk, sapaannya.

Menurutnya, SDM harus mengikuti perkembangan zaman dimana saat ini sudah serba online. Infrastruktur yang menunjang kemudahan pencatatan sipil harus semakin ditingkatkan jika ingin hasil yang lebih baik. Selaku wakil rakyat, pihaknya pun sangat mendukung perbaikan infrasktruktur pencatatan kependudukan. Apalagi, administrasi kependudukan sangat dibutuhkan masyarakat.

"Bahkan, kita punya angan-angan bawa KTP aksesnya apa saja bisa. Itu lebih efektif," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pattiro Semarang, Widi Nugroho memaparkan, pengaduan layanan KTP sempat masuk lima besar dalam Lapor Hendi karena keterbatasan blangko. Saat ini hal itu sudah teratasi. Persoalan lain muncul di tengah pandemi dimana cukup banyak penduduk mengurus data kependudukan, namun standar protokol kesehatan diperketar membuat antrean cukup panjang.

"Ini jadi kendala bagi masyarakat yang membutuhkan layanan. Sekarang ada layanan online. Saya sendiri belum coba itu," tambah Widi.

Menurutnya, sejauh ini masyarakat belum teredukasi bahwa mengurus data kependudukan sendiri secara online dapat dilakukan. Itu perlu diedukasi dan disosialisasikan secara masif.

"Masyarakat tidak tahu kalau ngurus sendiri bisa cepat. Edukasi ini oenting supaya mereka bisa urus sendiri. Saya mengusulkan untuk diumumkan ke grup-grup RT," terangnya. (eyf)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: rival al manaf
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved