Breaking News:

Berita Magelang

TA Siswi SMK Magelang Nekat Gugurkan Kandungan: Melahirkan di Toilet Apotek Lalu Janin Dikubur

Seorang siswi SMK di Kabupaten Magelang nekat melakukan aborsi janin yang dikandungnya.

Istimewa
Kapolres Magelang AKBP Ronald  A. Purba, tunjukan barang bukti aborsi yang dilakukan oleh TA seorang siswi SMK di Kabupaten Magelang 

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG-Seorang siswi SMK di Kabupaten Magelang nekat melakukan aborsi janin yang dikandungnya.

Siswi tersebut berinisial TA warga Kaliangkri, Kabupaten Magelang.

Atas perilakunya tersebut TA harus berurusan dengan Polres Magelang.

Baca juga: Ini Wasiat Ustaz Tengku Zulkarnain Sebelum Meninggal Diungkap Akhiruddin dan Nazariyah

Baca juga: Muhaimin Jekulo Kudus Harus Lebaran di Penjara Gara-gara Jual LPG di Luar Wilayah Semarang

Baca juga: Beni Sopir Truk Meninggal Tertimpa Bak Saat Memperbaiki Truk: Dongkrak Bermasalah

Baca juga: Iyus Mengumpat Seusai Indah Putrinya Meninggal Dibakar Hidup-hidup Pacar: Ternyata Berhati Iblis!

Kapolres Magelang AKBP Ronald  A. Purba menjelaskan kejadian tersebut terjadi pada hari Sabtu  (8/5) sekitar pukul 12.00. 

TA melahirkan Anak di Kamar Mandi Apotek Falencia, di dusun Jambu, Desa Tempurejo, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang setelah  meminum obat yang sudah dipesannya melalui online seharga Rp 2 juta.

“Usai meminum obat tersebut, pelaku langsung melakukan penguburan Janin di gang samping apotek," jelasnya saat gelar perkara didampingi Wakapolres Magelang, Kompol Aron Sebastian, Selasa (11/5/2021).

Pelaku nekat menggugurkan jabang bayi dikandungnya, karena  merasa malu dan takut  janin tersebut adalah hasil hubungan gelap dengan pacarnya bernama MK. 

"Bayi yang digugurkan tersebut, sudah berusia 8 bulan," tuturnya.

Dikatakannya, barang bukti yang di temukan dari tangan pelaku, terdiri dari 1 buah handuk terdapat bercak darah, 1 buah kaos putih, pakaian Tersangka yang dipakai, 1 buah pembalut, 1 buah pakaian anak kecil warna kuning,  1 buah kantong kresek warna putih dan 1 buah handphone merk Redmi 5.

TA dijerat Pasal 80 ayat 3 Jo. Pasal 77A ayat 1 UURI No. 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

"Karena pelaku masih dibawah umur, kita akan melakukan konsultasi dengan pihak terkait untuk kasus ini. Pelaku sampai saat ini masih dilakukan pemeriksaan oleh petugas,” ujarnya.

Ia menghimbau  bahwa peran orang tua sangat penting. Oleh sebab itu perlu lebih perhatian dalam mengawasi anaknya serta memantau pergaulan anak anaknya agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi.

"Kepada para orang tua, agar memberi edukasi tentang pergaulan bebas.

Agar para remaja, tidak mengambil langkah yang berbahaya dalam menghadapi masalah, karena perbuatan aborsi tidak sesuai ketentuan, selain merupakan perbuatan pidana, juga membahayakan bagi ibu tersebut,” himbaunya.(rtp)

Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved