Lebaran Warga Pekalongan Nyeker Bersilaturahmi ke Rumah Tetangga
Di saat warga lain mengenakan serba baru dari sandal hingga baju ketika bersilaturahmi ke sanak famili, warga dukuh Clumprit sebaliknya.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: Daniel Ari Purnomo
Penulis : Iwan Arifianto
TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Suasana lebaran tampak berbeda di dukuh Clumprit, Degayu, Kota Pekalongan.
Di saat warga lain mengenakan serba baru dari sandal hingga baju ketika bersilaturahmi ke sanak famili, warga dukuh Clumprit sebaliknya.
Mereka memilih bertelanjang kaki saat silaturahmi ke para tetangga.
Alasan warga bertelanjang kaki ternyata agar mudah menerabas genangan air rob.
"Mau pakai sandal percuma sini kena rob.
Nanti malah jatuh soalnya jalan berupa batako jadi licin," papar Nanang Hasyim kepada Tribunjateng.com, Kamis (13/5/2021).
Dia mengungkapkan, alasan itulah seluruh keluarganya bertelanjang kaki ketika silaturahmi.
Tak hanya dia, namun hampir seluruh warga juga melakukan hal serupa.
"Dari pada jatuh baju basah semua ya sudah ga pakai sandal," bebernya.
Banjir rob di wilayah Clumprit sudah dialami warga sudah dua kali lebaran.
Air rob di wilayah tersebut tak bisa surut imbas dari penurunan muka tanah dan matinya fungsi pompa air di wilayah tersebut.
Air rob, lanjut Nanang, tingginya bervariasi mulai mata kaki hingga lutut orang dewasa.
Kondisi itu sudah dialami warga dua tahun atau dua kali lebaran.
Tentu, kata dia, air rob sangat mengganggu aktivitas warga terutama saat idul fitri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/lebaran-pekalongan-air-rob.jpg)